Jumat, 31 Oktober 2014

When I Think About PHO.....

Malam itu saya menerima BBM dari seorang teman kecil. Ia nampak putus asa dengan kata-kata di BBM nya, “Tolong kenalkan saya pada laki-laki lain yang lebih baik. Tolong saya Ugha…”. Seketika itu saya merasa bersyukur. Ia telah sadar. Sungguh saya sangat membenci dia yang mau menjadi kekasih simpanan seorang lelaki beristeri. Bagiku apa yang lebih hina dari merusak hubungan suci sepasang suami-isteri yang telah berikrar di mata Tuhan.

Saya tidak mendapatkan pemikiran itu begitu saja. Namun sejak kecil saya sudah terbiasa melihat penderitaan wanita-wanita yang dikhianati oleh suaminya. Ada perih yang harus mereka tahan, ada semangat yang terpaksa mereka bangun demi anak-anaknya. Mereka tetap menangis meski harus tetap tersenyum. Orang tua saya sendiri adalah korban….mereka adalah anak-anak yang harus bersabar melihat penderitaan ibu mereka. Dan saya pun benci melihat itu.

Jika mantan pacar saya membaca ini dia akan menganggap saya ini bertambah lebay setelah putus dengannya, atau mungkin saja dia sedang sujud syukur sekarang karena akhirnya berpisah dengan cewek superduper melankolis seperti saya. Hey, kamu jangan tersenyum. Tapi seperti inilah saya dengan segala prinsip kewanitaan yang saya pegang. I will always say “WTF to be a PHO”…. When I have a commitment I’ll keep it faithfully.

Bukan munafik, saya pun jujur sempat terpikirkan untuk melakukan ini. Apa yang salah dengan cinta ? Cinta adalah fitrah….ia lahir dari hati dan ia tercipta karena Tuhan mengizinkannya. Ya, benar….Tuhan mengizinkannya. Bukankah tidak ada satupun hal yang terjadi di dunia ini tanpa seizin Tuhan ?

Sekarang tergantung kita. Hidup ini terikat kaidah….

Tidak sedikit isteri mantan saya menatap saya dengan bola mata yang hampir melompat dari tempatnya. Entah apa yang pernah dikatakan suami mereka kepada mereka. Yang sangat disayangkan adalah, bagaimana para isteri bisa hidup dengan tenang jika mereka masih dibayang-bayangi dengan wanita masa lalu suaminya. Well, saya punya solusi….tempatkan dirimu di posisi Sang Isteri….dengan begitu kau bisa menjauh dan memberi mereka ketenangan bathin meskipun kau tidak sedang melirik suami mereka.

Jika kau berhasil melakukannya….kau menang J kau menjaga hati wanita lain….kau menghindarkan dirimu dari fitnah wanita korslet dan kau pun telah ikut serta berupaya dalam menjaga perdamaian dunia. Percayalah sikap mu ini akan membuat sang pria yang tadinya sombong merasa diperebutkan oleh isteri dan mantannya….berubah menjadi “remah-remah rempeyek” yang tidak dimakan dan ditinggalkan dalam plastik. Well, wanita….you are more precious than you think. So don’t be stupid to be the second, third or fourth one if he doesn’t deserve to get you. He’s not a prophet.




Pic Source : creatingquitemind Tumblr, Holly Lisle - Talyn.


Be happy…. :)

2 comments:

macangadungan.com mengatakan...

Aku juga pernah jadi selingkuhan. Cowoknya ngibul, ngaku single, tauknya udah punya pacar. Pas akhirnya aku tahu, ya lgsg putus. Tp kadang cowoknya juga sih. Kok ya masih caper, masih ngejar, masih sok care. Ngeselinnya juara :)) Tapi aku nggak sudi rebutan cowok. Krn aku tahu, aku deserve better. Walaupun sebenernya aku sayang bgt, tp aku nggak sudi jadi option.

Ugha Amalie mengatakan...

Hu'um mantanku gitu....udah ada yg baru tp masih hubungin n ngasih perhatian. maksudnya apa ? Mau kanan kiri oke ? No way !

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com