Jumat, 19 September 2014

I admire you God....

"Takutku Ugaaa...."

Seseorang tepatnya seorang mantan sempat mengatakan itu padaku. Kami berpisah  hampir sebulan yang lalu dan pembicaraan ini kami lakukan saat brainstorming mengenai Tuhan. Saat itu saya mengatakan kepadanya bahwa saya menganggap Tuhan adalah teman yang sangat dekat dengan kita dan tak pernah menkhianati. Kitalah yang kerap mengkhianatiNya dengan segala ketamakan dan lupa diri yang melekat di hati kita.

Suatu hari aku pernah menulis status di Socmed, "Boleh minta itu Tuhan ? Iya...yang itu saja. Tolong :) ". Kembali seorang teman memberi komen yang senada.

Saya tahu, ini agak janggal dengan kebanyakan orang yang memandang tinggi dan kakunya sikap penghambaan terhadap Tuhannya. Tapi menurutku selama menjaga kaidah dan tetap menghamba selayaknya hamba apa salahnya membuat hubungan komunikasi itu senyaman mungkin.

Tante saya pernah bilang  saat saya mengalami masa depresi dulu (lebay.... but I was)...coba selalu berdoa. Berdoa tidak hanya ketika kau memakai mukenah, mengangkat tangan duduk di atas sajadah dan melafazhkan doa-doa yang berbahasa Arab. Ketika hatimu merasa tak kuasa maka berdoalah....cobalah berbisik padaNya, keluarkan saja semuanya walaupun dengan suara lirih. Bicarakan semuanya seperti kau sedang curhat atau sedang bercerita kepada seorang psikiater profesional. Menangislah tak perlu gengsi, toh Dia Maha Tahu keadaanmu. Percaya, it works. Kamu akan merasa ringan. Dan tentu saja, Dia Yang Maha Pengasih akan memberimu petunjuk, Insya Allah....

Dan sekarang kalian tahu ?

Saya berfikir bahwa Tuhan itu adalah Engineer yang hebat. Saya seorang Engineer yang mengidolakan banyak tokoh Science dengan teramat sangat. Namun ini baru terpikir bahwa.... Tuhan itu seorang Engineer. Tidakkah kita pernah berfikir bahwa Tuhan sudah mendesain masterplan yang luar biasa sempurna untuk hidup kita.

Saya membaca buku berjudul Pemulihan Jiwa karya Dedy Santoso. Dan....voila !!! saya menyadari hal ini. Tuhan itu sudah memiliki blueprint untuk semua makhluknya. Masterplan sebagai jalan hidup kita sudah didesain sedemikian sempurna olehNya. 

Ini membuat saya berfikir untuk memaafkan. Walaupun selama ini saya menganggap sudah memaafkan. Tapi saya yakin jauh di alam bawah sadar saya....saya masih marah, saya masih belum memaafkan.... di sana kalimat "let it go" sama sekali tak terdengar gaungnya. Itulah mengapa terkadang mendengar berita tentang orang yang menyakiti saya bisa membuat saya gemetaran, keringat dingin dan gelisah. Awalnya saya bingung dengan ini dan merasa apakah saya butuh psikiater. Dari membacalah saya mengenal tentang Theta Restoration. Kebencian saya, kesedihan saya, sakit hati saya sudah terlanjur terekam jelas oleh gelombang otak dalam alam bawah sadar saya.

Tuhan sudah mendesain semuanya....semua yang terjadi atas seizinNya. Saya merasa sedih, saya merasa sakit, saya merasa marah itu semua adalah reaksi dari proses pelaksanaan konstruksi hidup. Tuhan sudah bertanda tangan di-blueprint-Nya. Dan akhirnya, saya berfikir bahwa membenci adalah hal yang sia-sia. Dia yang menyakitiku hanyalah seorang kontraktor yang dipekerjakan Tuhan untuk proses  konstruksi ini. Kenapa harus membencinya ? Kalau ini memang sudah ada pada blueprint, maka walaupun bukan dia maka akan ada orang lain yang ditunjuk Tuhan sebagai kontraktor nya. Inilah ujian...siapapun yang dipinjam Tuhan tidak masalah. Sabar dalam proses ini adalah satu-satunya jalan bukti ketakwaan kepadaNya.

Dear God, I'm also an engineer and I know how  suppose to run this project. There will be no failure as long I don't ruin your planning. Now I role myself as an owner and waiting.
I admire you, God....




0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com