Kamis, 04 September 2014

Dear Bro Ngekk....

Siang lalu, seperti biasa aku larut dalam hitungan design yang kukerjakan. Nyut-nyutan lagi kepala ini, hingga ia masuk ke ruanganku dan menyapa.

“Alohaa Bugetzz…”, sapa seseorang padaku sambil menaikkan tangan seraya hormat kepada komandan. Sebut saja namanya Ngekk.

Ia dengan topi kusamnya, walau itu dengan merk ternama. Hari itu ia datang kesiangan lagi. Pasti karena gagal bangun pagi seperti biasanya. Ia berusaha bercanda selepasnya dan itu selalu membuat kami tertawa seperti yang ia lakukan siang itu.

“Serius kamma, Bugetzz…”, tegurnya lagi. Haha…ya, akhir-akhir ini orang kantor sedang gemar memanggilku dengan nama itu. Well, itu given name dari pak GM ku.

“Iya kodong kak…deadline, mau dikerjakan snyaa…”

Kemudian aku teringat dengan dirinya yang baru saja aktif di socmed Path.

“Ya tawwa….aktifmi di Path. Tag dle di status ta…”, godaku.

“Bagaimana itu tag ?”

“Aih..pacce ! Sini hape ta “, langsung saja kuserobot HP hitam miliknya.

Iphone. Gorillaglass dan….retak di seluruh layarnya. Kubuka aplikasi Path dari HP nya dan mencoba men-tap bulatan merah berlabel “ + “ di aplikasi itu. Tidak ada yang bereaksi…kucoba lagi….tidak bekerja….lagi…dan lagi….

“Hape apaaa ini….panra’ mi….”, gerutuku.

Dia tertawa, “Iyoo kodong…dak adapi uang beli baru”

“Ededehhh, kemana gaji stiap bulan ?”

“Habiski Bugetzzz….dipinjam isteriku.” Seketika wajahnya berubah. Cerianya menyadar dan matanya kembali sayu memendam kesedihan.

Ia kemudian bercerita tentang usaha isterinya, kejamnya dunia pemborongan dan….motornya yang digadai demi jaminan. Bahkan ia menjamin dirinya sendiri sebagai penanggung hutang-hutang usaha sang isteri.

“Ihh….kenapa na kita’ kak ?” tanyaku.

“Daripada isteriku yang ditangkap.” Tegasnya.



Hmm…inilah ketulusannya sebagai seorang suami. Sekarang ini banyak wanita-wanita yang menjadi isteri dan lebih mapan secara penghasilan daripada suaminya. Namun, contoh ini membuktikan bahwa se-adidaya-nya seorang wanita ia tetap akan sebagai kodratnya untuk berlindung di balik punggung suaminya.

Saya kadang merasa aneh dengan kebanggaan seorang wanita yang lebih mapan daripada suaminya. Apakah dalam sebuah rumah tangga terdapat kompetisi untuk menunjukkan kemandirian pribadi masing-masing.  Bersikaplah sebagai wanita wahai wanita… lakukan saja peranmu… ikuti saja kodratmu.

Kau memang membutuhkan benteng untuk pertahanan pribadimu, itu penting bahkan sangat penting. Tapi tempatkan benteng itu jauh di dalam hatimu agar kelembutannya tak terjamah kasar oleh kokohnya tembok benteng itu.

Tidak semua pria itu sama ! Noted….

Lihatlah Bro Ngekk ini…walaupun dengan pembawaan yang sering kurang serius dan wajah penuh luka jerawat. Hatinya tetap cihuyy….he’s one in a million lovely  husband yang perlu kita lestarikan. Smoga kau diberi kesabaran Bro Ngekk…jangan sampe cerai yah :)


0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com