Minggu, 17 Agustus 2014

Hai malam....


Seperti ini, lampu kamar sdh dipadamkan. Aku pun berbaring terlentang menatap langit-langit kamar dengan cahaya remang. Beberapa berkas cahaya menerobos masuk melalui celah ventilasi. Sunyi...sunyi...

Kamu tahu ? Dulu seperti ini....berbaring menatap langit-langit kamar. Tanpa hening, kau ada. Tanpa sedih, kau hadir. Suara tawaku mengisi kamar persegi ini. Kau yang menciptakannya....bahagia itu serasa mengambang di tengah udara.

Lalu semua berakhir...hampa...bahkan pedih. Aku mengiba pada Tuhan....agar tawaku kembali, agar bahagia itu hadir lagi berfusi dengan atom-atom yang memenuhi udara kamar. Agar gelap ini tak menyesakkan.

Sekali ini, Tuhan mengabulkannya. Dia hadir menebar senyum...itu cukup... Bukan rasa yang sama namun nyara....itu cukup...memberiku semangat membangun harapan.

Beberapa malam ini kurasa udara dipenuhi oleh harapan. Seperti malam yang menyelimuti hangat, bukan beku dalam diamnya gelap. Aku rasa kakiku mulai kuat, menggapai berkas cahaya yang menerobos melalui celah ventilasi.

Kini, harapan berubah hampa lagi....gelap kembali menambah beku dan sunyi. Seraya kembali memohon pada Tuhan agar berbisik....Hei Malam ! Jika kau hanya membawa pedih tak usah kembali dalam rotasi masa. Jangan kembali jika itu semu...jangan kembali jika kau melemahkanku lagi.

0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com