Minggu, 06 Juli 2014

Ternyata....

Kali ini serangan itu datang lagi. Kupikir aku sudah kuat...kokoh berdiri pantang rebah. Ternyata aku terlalu sombong akan tekadku....terlalu angkuh dengan keadaan yang berangsur baik dan memihakku.

Jalan ini mungkin masih panjang. Hati yang nampak elok terbungkus tawa dan senyum di hari-hari belakangan ini ternyata masih menyimpan serpihan yang merapuh. 

Alam bawah sadarku kini menuntunku, bahagiaku mungkin masih semu....atau mungkin masih terbentang lemah tanpa pasak yang memancangnya kokoh di dalam hati. Hei, lihat ! Di sana masih ada luka yang belum sembuh benar, namun kau paksakan ia menerima sesuatu yang kau usahakan itu bernama "kebahagiaan".

Bahagiamu belum sempurna. Dia yg menggantikan dia...apa selalu ada buatmu. Dia mungkin lelah melihatmu seperti ini, lelah menunggumu pulih. Bukan, ini bukan salahnya. Salahkan saja hatimu yang menipumu dari luar.

Waktu ? Harus bersamanya berapa lama lagi hingga semuanya terasa mati rasa ? Tapi aku percaya, dialah yang akan menyembuhkanmu. Bukankah orang-orang mengatakan bahwa "waktu itu menyembuhkan" ?

Tuhan....Engkau Maha Mengetahui batasku. Jika suatu hari aku lelah dengan semuanya, maukah Kau memapahku dan menuntun hati ini ? Aku yakin, Kau selalu ada untuk menguji dan menguatkanku. Bukankah Kau hanya menguji orang-orang yang pasti berhasil sehingga aku harus bersabar ?



0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com