Selasa, 10 Desember 2013

Kamisama Help....

Lion Air dengan ketinggian 10.000 kaki, itu yang diumumkan oleh flight attendance....

Menembus awan gelap pekat dengan guyuran hujan, menambah bekunya suhu di dalam pesawat. Ah, akhirnya langit sore yg cerah terlihat.

Aku menatap pemandangan di luar jendela...tersenyum singkat seraya bersyukur. Lalu ingatan ini kembali pada suatu percakapan singkatku dengan Bulett (itu panggilan kesayanganku pd seseorang yang kini menjadi kekasihku).

Ia mengetahui pikiranku sedang tak karuan saat ini. Pekerjaan...restu orang tua...hubungan jarak jauh yang kami jalani...serta masa lalu yang entah belum bisa kuabaikan.

"Sedang apa ?", tanyanya di telpon.

"Chatting...", jawabku singkat.

"Dengan siapa ? Kok suaranya jadi lesu seperti ini ?",tanyanya lagi.

"Bukan siapa siapa...", aku tak mengubah nada suaraku. 

"Mantan ?", tembaknya.

"Kami tidak pernah jadian...",ketusku.

"Tapi selama 6 tahun ini dia selalu ada dipikiranmu kan ? Atau sekarang ini masih ada di hatimu?". Aku tahu itu yang ingin diucapkannya tapi berhasil di tahannya. Namun yang keluar hanya pertanyaan singkat, "Kenapa kok kedengarannya sedih ?"

"Dia mau menikah akhir tahun ini...". Lalu cepat-cepat kutambahkan saat mendengar nafasnya terdengar berat ditelpon, "Aku di lambung lagi..."

"Tidak apa-apa...", katanya lembut mencoba menenangkanku.

"Kenapa yah, Kak.... Rasanya semua orang punya jalan yang mulus kalau menyangkut masalah seperti ini. Kecuali aku.", kataku lagi.

"Sabar saja, sayang....Insya Allah akan ada jalannya. Kita berdoa yang terbaik saja.", suaranya bertambah lembut.

Lagi-lagi.... Bulett selalu berhasil membuatku terharu. Perasaanku sudah campur aduk, bahkan saat mengetik tulisan ini masih ada sedikit basah di audut mataku. Semoga benar ada jalan yang terbaik. Membayangkan hal terburuk rasanya aku sudah tidak sanggup. Jika Bulett pergi...jika kami tidak bersama... Jika perasaan kami berubah. Fiuhh, mungkin hanya kata SABAR yang bisa sama-sama diucapkan.

Untuk Jack....selamat yah. Entah apa yang pernah kita bicarakan sebelum ini. Kamu tetap jadi bagian dari ingatan dan pengalaman hidupku. Terimakasih atas semua yang pernah kau berikan, setiap diskusi, setiap waktu yang kita habiskan di depan komputer bersama. Kamu tetap  menjadi guru bagiku entah kau sadari atau tidak. Dan satu lagi... Tolong doakan aku.






0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com