Minggu, 03 November 2013

Tuhan dan Dia

Mengapa mesti Dia ?

Sebuah pertanyaan yang pernah diajukan oleh seorang sahabat. Aku hanya diam seraya mengangkat bahu. Entahlah. Sahabat lain berkata, jangan terlalu larut mungkin Dia hanya sesaat dan berlalu. Entahlah. Tapi aku membiarkan diriku terbawa. Aku hanya mengikuti hatiku. Kukatakan apa yang ingin kukatakan, kulakukan apa yang ingin kulakukan. Hatiku memegang kendali bukan logika ku. Untuk kali ini aku ingin bersikap sebagaimana fitrah seorang wanita. Mengikuti hati dan perasaannya untuk membiarkan ia ada dan hadir di sini #tunjuk dada.

Dia bukan seorang yang luar biasa, namun kehadirannya sungguh keajaiban bagiku. Aku berdoa....terus berdoa sebelum dia hadir. Dan ketika kini Dia ada dan memberi makna....aku tahu dia jawaban dari doaku.

Aku tidak akan mengatakan dia adalah takdirku karena sungguh aku tidak tahu...., tapi aku tahu Tuhan mempertemukanku dengannya karena suatu alasan. Entah apa, akupun belum tahu. Namun alasan Tuhan yang bisa kuterka hanyalah agar aku bisa bersyukur akan kehadirannya.

Aku belum pernah terbangun dengan senyum sebelumnya ketika aku menemukan ponselku berbunyi. Disana ada pesan darinya. Dia adl pagi yang dikirim Tuhan.....Aku belum pernah tertidur dengan senyuman sebelumnya ketika aku mendengar suaranya di ujung sambungan telepon. Dia adalah malam yang dikirim  Tuhan.

Entahlah, aku juga tidak tahu sampai kapan Tuhan menitipkannya dalam hidupku. Satu yang kupahami, Tuhan mendengarku. Terima kasih.... dan semua ini rasanya seperti CINTA.

2 comments:

d. mengatakan...

Yeah, you are definitely in love i guess.. :)

Ugha Amalie mengatakan...

Hahah you know me so well... I never fell so easy but once I fall it'll means I really fall for him.

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com