Sabtu, 20 Oktober 2012

Why do I wear glasses these recently days ?!!



Assalamu Alaikum...

Beberapa hari ini saya muncul dengan kacamata bertengger di depan wajah. Beberapa teman di kantor mengomentari mulai dari yang saya sok bergaya sampai sakit mata. Yup ! Saya sakit mata. Tapi bukan sakit mata merah, belekan dan menular. Don't worry to get close :)

Mata saya tetap normal dalam melihat tapi  jadi cenderung fotofobik. Di depan komputer sudah tidak bisa lama-lama lagi seperti dulu..... awalnya saya kira ini karena radiasi cahaya monitor. Saya sudah tidak bisa tidur dengan lampu di matikan lagi. Karena ketika sekeliling saya gelap kemudian ada cahaya yg menyusup...sy akan merasa luar biasa silau. Bahkan bbm-an atau internetan sebelum tidur via hape di kamar yang gelap bisa membuat sudut mata saya merah dengan rasa gatal bercampur perih......

Yah, semestinya saya pakai kacamata hitam...tapi Ya Tuhan, pakai kaca mata biasa saja sudah di soraki bergaya. Mata saya terkena radang...namanya E P I S K L E R I T I S. Mendengar ini pertama kali saya benar-benar butuh agar dokternya mengulang-ulang nama penyakit ini, seakan-akan saya akan susah mengingat dan menyebutkannya kembali. Saat itu dokter hanya mengatakan ini radang. Seberapa parahnya...sepertinya tidak parah-parah amat...dokter spesialis yang berumur hampir renta ini pun hanya tersenyum sambil mengatakan "Yaahhh...diobati sajalah ".



Saya diberi obat anti radang berjenis tablet dan obat tetes yang mesti dipakai 4 kali sehari...plus vitamin. Karena awalnya saya kurang mengerti maka saya habiskan saja obatnya. Beberapa hari mengkonsumsi obat ini, mata yg tadinya merah akhirnya mereda. tetap merah sih tapi lebih seperti semburat pembuluh darah saja. Sampai akhirnya saya sadar kalau mata saya kembali merah dalam kondisi-kondisi tertentu seperti saat silau oleh cahaya. Membaca di tempat remang atau main hape di dalam kamar sebelum tidur dengan kondisi kamar sudah gelap.Jadi....saya kembali ke dokter dan dokter menyarankan agar saya menggunakan kaca mata saja ....walaupun sebelumnya mata saya di suruh "diperban" saja, soalnya saya kepalang mengeluh tidak nyaman pakai kacamata.  T^T ini setidaknya menjaga agar mata saya aman saja dulu, bukan hanya dari sinar yang terlalu menyilaukan tapi juga dari debu selama radang ini masih dalam pengobatan :)

Sesampai di rumah saya langsung browsing...soalnya sangat awam dengan penyakit ini. Kali ini saya coba berbagi saja... semoga teman-teman kantor membaca dan menyadari bahwa ini bukan gaya-gayaan hehehe....

From : http://fadilthegoldenboy.blogspot.com 

EPISKLERITIS


Etiologi dan Epidemiologi
Penyebabnya sering tidak diketahui, umumnya didapatkan dasar alergi. Sebagian kecil diantara penderita episkleritis menderita arthritis rheumatoid. Angka kejadian antara wanita dan laki-laki sama besar, sedangkan pada anak-anak jarang terjadi (tidak pernah). Keluhan biasanya terjadi hanya pada satu mata, meskipun juga dapat terjadi pada kedua mata.
Manifestasi klinis
Keluhan utama dari penderita penyakit ini adalah mata yang merah, hilang timbul, sedikit sakit, dan disertai dengan keluhan silau. Pada mata dapat ditemukan kemerahan setempat, yang menunjukkan pelebaran pembuluh darah episklera, namun dapat pula terjadi peradangan yang mengenai seluruh mata. 
Pada episkleritis noduler, dapat dijumpai nodul, dimana nodul ini bebas dari dasarnya. Biasanya nodul hanya sebuah, tetapi pada beberapa kasus dapat dijumpai lebih dari satu nodul. Pada pasien dengan episkleritis tidak dijumpai adanya gangguan penglihatan. 
Pada episkleritis yang luas, gambarannya mirip dengan konjungtivitis, namun secara klinis tidak sulit untuk dibedakan, yaitu bedanya pada episkleritis tidak terdapat hiperemi konjungtivitis tarsal, tidak didapatkan sekret, serta nyeri pada penekanan ringan bola mata. 
PERBEDAAN EPISKLERITIS DAN KONJUNGTIVITIS
Episkleritis
Konjungtivitis
Sakit
Ditekan sangan sakit
Perasaan panas
Visus
Normal
Normal
Merah
Dalam di permukaan
Dipermukaan
Sekret
Tidak ada
Ada
Pupil
Normal/ kecil
Normal 
Tatalaksana
Pengobatan pada pasien dengan episkleritis adalah dengan pemberian kortikosteroid, yang diberikan 4 kali sehari. Dengan pengobatan ini episkleritis sembuh dalam satu minggu, sedangkan pada episkleritis nodular penyembuhan lebih lama, yaitu dalam beberapa minggu. 
Komplikasi
Komplikasi pada episkleritis sangat jarang dijumpai dan apabila ada biasanya hanya ringan, seperti keratitis superfisial.


0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com