Selasa, 10 Juli 2012

Sssttt...Dilarang Mengeluh !!!




Siapa sih yang tidak pernah mengeluh ? Coba angkat kaki !!! hehehe.... menurut sy pribadi, mengeluh adalah sebuah fitrah. “Sesungguhnya manusia itu diciptakan berkeluh kesah. Jika diberi keburukan dia mengeluh, tapi bila diberi kebaikan dia menjadi pelit. Kecuali mereka yang shalat dan menjaga shalatnya.” (al Ma’arij: 19-23). Bohong deh kalau ada manusia yg tidak pernah mengeluh. Pasti...pasti...walaupun itu hanya sebersit perasaan dalam hatinya saja tanpa terungkap dengan kata-kata.

Mengapa kita berkeluh kesah ? keadaan psikis seseorang lah yang mendorong terjadinya "keluh kesah"...ketika kita telah berada di puncak suatu masalah, terjebak dalam kesulitan atau merasa tidak dapat bertahan berada dalam zona ketidaknyamanan akan menjadi pemicu keluh kesah.

Seorang teman pernah mengaku berhenti menggunakan fasilitas jejaring sosial hanya karena merasa isi statusnya hanyalah KELUH KESAH. Sebut saja teman saya ini bernama ERUL....saya sepakat dengannya dan berani bertaruh siapa diantara kami yang bisa bertahan dari kecanduan eksis jejaring sosial maka akan mendapatkan barang apa yang dia inginkan. hehehe...jangan ditanya siapa yg menang :) Dan memang....sampai sekarang dimana saya memandang tidak ada gunanya lagi eksis di jejaring sosial-pun....masih saja banyak status yang temanya mengeluhkan sesuatu. Sakit lah...pacar lah...duit lah...bahkan lapar pun disebutkan di status seolah-olah akan ada makanan yang akan meluncul lewat LCD nya...de el el de el el...*harap maklum*  mungkin inilah yang disebut anak-anak jaman sekarang sebagai "Status Lebay".

Satu hal yang kadang membuat saya jengkel adalah ketika sesorang mengeluh dan membanding-bandingkan apa yang dikeluhkannya terhadap keadaan orang lain. Contoh....teman satu perusahaan saya ada beberapa yang ditempatkan di Papua. sebut saja namanya YUSMAN dan DANI. Teman saya ini baik secara tersirat maupun tersurat...sengaja maupun tidak sengaja...suka sekali mengeluhkan pekerjaan di awal-awal masa penugasannya dan tak henti-hentinya menasehati agar kami yang ditempatkan di Makassar untuk selalu bersyukur.

Baik...saya bersyukur ! namun terkadang saya tidak menerima bahwa pekerjaan yang kami lakukan di Makassar bisa seperkali lipat lebih mudah dari mereka yang berada di pelosok.

Tidak munafik, saya pun akhir-akhir ini sering berkeluh kesah walaupun sy sendiri sudah berusaha sekuat tenaga agar tidak melakukannya. Mengapa ? karena seperti kata pepatah "Mengeluh" tidak akan menyelesaikan masalah.

  

Pekerjaan adalah sesuatu yang kini membuat MUMET....mungkin satu kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana rasanya keluh kesah itu kadang terjadi. Pekerjaan rutin pemeliharaan-Masterplan-Pelelangan-Administrasi-Cek desain struk.bangpel de el el de el el.....ini kadang membuat saya sakit pikiran...tidak punya waktu dan terlihat sangat workaholic.

Tapi dari kesemua ini membuat saya berfikir bahwa....setiap orang memiliki batas kemampuannya sendiri dalam mengolah masalah...mensolusikan atau membuatnya semakin terasa mem-frustrasikan. Setiap orang memiliki zona nyaman dan ketidaknyamanan yang berbeda....sehingga ingin sekali saya tegaskan pada diri saya...pada teman saya YUSMAN dan DANI bahwa tidak ada gunanya mengeluhkan masalah... mana pekerjaan yang mudah dan mana pekerjaan yang sulit kami lakukan. Siapa yang berada di posisi lebih baik dibanding yang lainnya...siapa yang lebih beruntung dan siapa yang lebih sial....

Berikut adalah sesuatu yang sempat saya baca dari " blognyafitri.wordpress.com" mengenai bagaimana cara meredam godaan untuk berkeluh kesah....

BEBERAPA HAL YANG BISA DILAKUKAN AGAR KITA TIDAK MENGELUH DAN SELALU BERSYUKUR : 


1. Selalu bersyukur atas pekerjaan, kesehatan, kebahagian, keluarga, sahabat, dan lain-lain, sekecil apapun yang terjadi dalam kehidupan adalah karunia 

2. Jangan membayangkan kehidupan yang serba ideal, sehat tanpa sakit, kaya tanpa bayang-bayang miskin, bahagia tanpa ada duka, genap tanpa ganjil, sahabat tanpa cacat, dan seterusnya. Ini tidak mungkin terjadi. Karena itu teguhkan diri untuk melupakan yang negatif, dan perhatikan yang positif. Dahulukan prasangka baik, dan bersandarlah hanya kepada Tuhan. 

3. Karena setiap detik dari usia kita akan diminta pertanggung jawaban, gunakan waktu untuk mencari ridha Allah. 

4. Berhentilah memikirkan kesalahan, ambil hikmahnya dan mencoba pikirkan sifat baik yang akan kita jadikan pengganti kesalahan. 

5. Kesedihan, kegelisahan, dan kerumitan adalah dampak perbuatan yang kita lakukan, misalnya menelantarkan shalat, menggunjing orang lain, atau melakukan perbuatan haram lainnya. Siapa menabur angin, maka akan menuai badai 

6. Menyadari sepenuhnya bahwa semua yang terjadi di dunia ini atas sepengetahuan dan kehendak Tuhan, dan Tuhan punya rencana indah dibalik itu semua dan yakin bahwa semua takdir/ketatapan Tuhan adalah baik  

7. Dekatkan diri pada Tuhan.


Terimakasih...sudah membaca bagian dari tulisan yang pun mengandung keluh kesah ini. Adapun nama-nama yang saya cantumkan di atas bukanlah fiktif belaka. Semoga menyadarkan ! dan....mari menarik nafas panjang....istighfar....heheh :)

2 comments:

janiratna mengatakan...

wow... perlu di tag ke orang2 yang disebutkan dalam tulisan ini, hidup tdk boleh banyak mengeluh

Grace Amaliah mengatakan...

Benar Jan.... :)

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com