Rabu, 25 Januari 2012

What an engineer you are :D

Seorang teman telah meng-update statusnya :
"seumpamanya mereka tanya saya kerja apa dikota ini.....kamu bilang saja MENTALIST, itu lebih keren - WG"
Tidak lama kemudian seorang teman meng-upload pic ini :
Saya jadi berpikir, engineer vs magician....analist vs mentalist. Katanya sih seorang civil engineer bahkan lebih kreatif dr seorang magician. Ah, ini mah diskriminasi profesi atau hanya lelucon saja, hahahah....

Hari ini saya memperhatikan senior saya yang sedari tadi pagi hanya membungkuk di mejanya menatap gambar kerja sebuah fender dermaga. Ia bahkan menolak ketika bos mengajak kami makan siang (baca: traktir !). Siang hingga sore ini pun dipakainya untuk memandangi gambar-gambar kerusakan fender dermaga yang akan kami repair di cabang Fak-Fak. Sejenak kucermati gambar di monitornya itu, kebetulan work station kami hanya saling membelakangi. Fender itu sudah lumutan, rapuh di sana-sini...besinya pun sudah rusak karena korosi.

"Kok dari tadi mandangin itu terus, dikerjain dong mas ?" tanyaku.

"Ini bukannya dipandangin, Ga'....ini lagi dipikirin gimana cara perbaikinya..." jawab si Mas Analis seniorku yang punya hape baru Android.

"Orang yang suka bengong mandangin gambar, hapenya cepet rusak loh...." godaku.

"Orang yang gak bantuin senior biasanya hapenya kecelup air lagi, loh..." balasnya membuatku tersentak memegang Blackberry ku.

Terus terang sy cuma bisa memandangi si Mas hape baru ini (baca : Mas Bondan, namanya). Ironis skali seorang fresh graduate seperti saya gak ngerti masalah struktur kayu, secara nilai di ijazah pun A. Kemana larinya profesionalisme seorang civil engineer yang dibanggakan almamater ?

Seorang enggineer bisa saja membanggankan dirinya sebagai engineer, tapi ketika berhadapan dengan tugasnya ia harus melupakan kebanggaannya sejenak dan mulai bekerja menyelamatkan harga dirinya sebagai seorang engineer. OK, let's say we just have to learning by doing if we don't know it case...or ask to another pro....but i have to tell you that it was just in your ideal thought.

Hidup sebagai engineer tidak segampang kau membanggakan diri sebagai seorang sarjana teknik yang lulus dengan IPK di atas 3, berhasil melewati tugas besar dan lab, dan kemudian lulus ujian meja dengan menjwab pertanyaan penguji sambil menggaruk-garuk kepala sementara dosen penguji dan pembimbingnya sedang bersitegang mempertahankan dirimu di depan LCD.

Teman-teman mungkin bisa bangga dengan pekerjaan kalian saat ini, but you have to think : Are you an engineer ? Or it just you in the name of engineer ?

Saya teringat kata-kata Pak Direktur di direktorat tempat saya ditempakan mengabdi untuk perusahaan jasa labuh ini.

"Kamu boleh bangga kerja di sini, tapi kamu akan lebih bangga kalau kamu bisa berkarya di sini. Kamu seorang engineer yang mesti aktif di bidangmu...jangan cuma jadi engineer administrasi yang kerjanya buat berita acara, schedule, mengatur pembayaran dan pelelangan...kasihan ilmu mu"


So, I have to admit myself that I'm not an engineer yet !!! Kalau si WG mengatakan beliau lebih keren menjadi MENTALIST, mungkin saya adalah ILLUSIONIST :)

2 comments:

arman rahim mengatakan...

cayyo.. ugha..

refleksi ini..?

Grace Amaliah mengatakan...

iyahhh.... gambareba dekiru :)

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com