Minggu, 08 Januari 2012

It feels like this....


Kau mengakhiri sholat mu, mengusap wajahmu dengan kedua tangan yang masih terbungkus mukena. Sajadahmu basah...bukan karena wudhu yang sedari tadi mengering, namun karena tanpa sadar kau menitikkan air matamu.

Ada pedih dalam hatimu, seakan seonggok daging telah tercabik kasar dari dalam sana. Kau mengingat nama seseorang di masa lalumu lalu kau menangis tersedu kembali. Ini terjadi lagi untuk kedua kalinya, tak sesakit dulu lagi. Namun kau menangisi dirimu yang ternyata belum menjadi kuat hanya untuk merasakan sakit yang sama.
***

Tidur tengkurap dengan segelas susu strawberry dan novel Raditya Dika di tangan mu hanya membawamu sementara. Kau sempat terkikik geli bahkan kau berkali-kali membalas BBM dari teman mu hanya untuk mengalihkan perhatianmu. Namun setelah semua usai kau akan duduk sendiri di atas kasurmu, melipat kakimu dan memandang tembok-tembok kamarmu yang putih dan kosong. Aroma exotic flower yang kau pilih sebagai room parfume sedari tadi menyeruak. Ponsel flap hitam merk Samsung juga tergeletak di sana...

Dulu di kasur ini kau selalu terkikik geli...malam tak pernah terasa semakin larut. Tembok putih kosong dan aroma exotic flower itu selalu mengingatkan malam-malam riang itu. Kau tidak sedang memegang novel Raditya Dika melainkan ponsel flap hitam dengan earphone di telingamu.

Kau mendengar suaranya lalu tertawa...bahkan kini kau masih mengingat suaranya...ingin mendengarnya...lagi...lagi dan lagi....
***

Kau hanya mampu menghelah nafas...beban itu masih ada di dadamu. Kau tau ini pasti berlalu, hanya waktu yang bisa menyembuhkannya. Kau pernah sembuh sekali...dan kau yakin kau akan sembuh untuk kedua kalinya.

Kau tau akan menggapai banyak hal tanpanya. Ia hanya sebuah mimpi indah yang pernah singgah dalam tidurmu. Ia akan pergi, berlalu dan terlupakan. Mungkin sekarang kau masih akan menghitung bunyi detik jarum jam ketika menunggu lelapmu...mungkin kau akan terus menggumam "he loves me....he loves me not....he loves me...he loves me not" sambil membayangkan ia berbalik dan kembali padamu.

Hidup ini adil...karena Tuhan ada di sana dan membuatnya adil. Kau tau kau tidak mendapatkannya bukan karena kau tidak pantas mendapatkannya, namun karena kau tidak membutuhkannya. Hingga kau mengangguk paham bahwa semua ini hanya untuk menguji kesabaranmu.

Ia mengirimu pesan via BBM lagi...awalnya kau merasa ini serangan lagi. Ia jelas meminta restumu agar ia bahagia dengan yang lain. Sakit itu masih terasa perih, namun kau masih memiliki kekuatan untuk membalas pesannya. Tanganmu bergetar namun kau tetap tersenyum ikhlas saat mengetikkan kalimat, "Semoga bahagia, kawanku....AMIN"

0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com