Sabtu, 01 Oktober 2011

Mas Analis....



Tiap pagi kutatap mejamu yang kosong…kau selalu terlambat. Tumpukan kertas hampir memenuhi ruang di sekitar komputermu . Nota dinas, rencana anggaran biaya, syarat teknis, berkas pelelangan, bahkan hitungan desain struktur yang kau kerjakan .
Aku termangu dengan semua itu, suatu saat jika kau benar-benar pergi…akulah yang berada di sana dan merasakan semua beban kerja yang kau pikul.

Kau pasti pulang belakangan lagi…lembur lagi. Aku baru tahu alamatmu ada di luar kota…ini menambah rasa bersalahku.

Beberapa menit kemudian kudengar suaramu. Cukup khas dengan logat Jawamu. Kau tertawa renyah sebentar dengan bapak tua senior yang duduk di depanmu. Aku suka menilai suara tawa mu…setengah bersyukur kau terlihat seperti tanpa beban.

Kau tahu ? aku suka melirikmu dari balik sekatku…mengamati bagaimana kau bekerja. Kau jarang bicara saat bekerja. Tanganmu tak lepas dari mouse , sesekali jarimu memutar scroll yang membuat layar komputermu menampakkan angka-angka yang tak kupahami.

Di lain hari kau suka berjalan meninggalkan mejamu. Mejamu masih belum bersih dari tumpukan kertas. Beberapa kali kulirik mejamu ...lalu mendesah lega saat kulihat kau kembali duduk di sana.

Saat kau benar-benar terlambat, kupikir kau sakit…dan entah kenapa senyumku terkembang saat lagi-lagi kau datang dengan tas ransel dan jaket khasmu. Saat kau dinas selalu ada cemas…cemas tidak bisa menggantikanmu. Dan…selalu ada rasa aman jika kau tetap hadir di depan komputer dan mejamu yang penuh dengan angka….

Kau membuatku berkaca…apa aku pantas berada di tempatmu kelak ???

0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com