Sabtu, 01 Oktober 2011

Jump...Jump...Tuang Salto Belakang


Jump...
Pernah terpikir mengenai lompatan dalam hidup ?
Berayun...melompat...berputar...mendarat...lalu berjalan kembali.

Seseorang bernama Tuan Salto Belakang mengajariku mengenai beberapa hal tentang melompat. Ia mungkin satu-satunya orang yang tidak peduli saya ini bodoh. Entah karena dia bodoh atau memang dia tidak peduli.

Dia hanya melihatku menghampiri halamannya dengan sedikit mengoceh tentang masalahku.
Saya melihat sudut bibirnya berkedut. Itu pertanda baik, dia sedang tersenyum. Setidaknya dia tidak langsung mengusirku dari halaman rumahnya dengan sapu lidi yang sedang di gunakannya untuk menyingkirkan daun kering yang mbertumpuk di bawah pohon asamnya.

Saya berjalan mendekat. Setapak demi setapak rumputnya kuinjak. Ia memperhatikan langkahku...seakan-akan mengisyaratkan : "Rumput itu sedang kesakitan, Nona ! Lompati saja mereka..." Awalnya saya enggan melakukannya, saya merasa ringan dengan diet yang mengurangi berat badanku beberapa kilo.

Saya akhirnya melompat. Ia kelihatan puas.....

Kembali berjalan mendekat, ia belum mengusir. Setelah jarak kami dekat, akupun menghentikan langkahku. Kutatap matanya dalam...ia tidak bergeming. Badanku tegap menghadap ke arahnya, namun ia tiba-tiba berkata :

"Maaf...saya tidak pelihara ayam di sini !!"
Biarkan saya tetap di sini...sedikit beromong kosong, orang boleh tertawa...orang boleh menghina atau kecewa setelah membaca ini. Kalian tidak mengertipun tak mengapa. Mungkin hanya aku dan Tuan Salto Belakang yang mengerti.

0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com