Kamis, 22 September 2011

Suddenly Aware...


Segelas cokelat panas, havermut dan blog :) Malam ini biarkan saya bersantai sejenak. Setiap hari hanya menghabiskan waktu dengan bekerja di kantor hingga malam, pulang ke rumah pun hanya mendarat untuk mengisi perut lalu meringkuk di bawah selimut, tidur dengan nyenyak.

Pagi ini saya tidak melakukan apa-apa di kantor. Beberapa hari lembur membuatku lowong dua hari ini.Kugunakan untuk blogwalking ke blog-blog kesayanganku dan nah...saya menemukan
Disini (strangers waiting)

Tulisan yang sederhana namun mampu membuatku terketuk. Yah...saya ingin merasakan perasaan yang sama dengan penulis. Mungkin bukan masanya lagi untuk menceritakan ini dengan pipi merah bersemu, kenyataannya saya bukan remaja 17 tahun lagi. Jujur saya rindu dengan perasaan "Jatuh Cinta".

Saya teringat dengan seorang teman yang sering mengajakku sholat berjama'ah di mesjid kantor. Dia begitu bersemangat pergi ke mesjid, dan ketika matanya menangkap sosok pria yang ia taksir senyumnya langsung mengembang lebar hingga menyisakan beberapa senti dari telinga dan memamerkan dua baris behel warna-warni nya. Matanya seperti ditaburi binar-binar gemintang seakan terhipnotis mengikuti langkah tegap si pria menuju mesjid. Saya tahu pria itu tidak menyadari perasaan teman saya, bahkan kehadirannya pun saya ragukan dapat ditangkap oleh sang pria. Tapi, teman saya berkata...hanya dengan melihatnya setiap hari saja sudah cukup membuatnya terbang :)


saya ingat empat tahun lalu, ketika saya masih bisa merasakan perasaan ini terhadap seseorang. Sulit untuk melupakannya, bahkan setelah empat tahun berlalu saya belum pernah merasakan itu kepada orang lain.

Jatuh cinta ? mmm...saya suka sensasinya. Menurutku ini mengalahkan sensasi puncak adrenalin ketika bermain Hysteria, Halilintar atau Tornado di Dufan. Saya suka dengan debaran jantung yang memacu hanya karena melihat sosok yang ingin kita lihat. Saya suka dengan rasa panas di kedua pipi ketika bicara berhadapan dengannya. Saya suka dengan refleks bibir yang otomatis menarik tersenyum saat berpapasan dengannya di koridor.

Kadang saya tidak mampu menahannya, sensasi itu terlalu kuat hingga kutundukkan wajah menghindari eye contact. bahkan jika debarannya terlalu kuat mampu membuatku berbalik arah saat melihatnya berjalan ke arahku dan menghindari papasan dengannya.

Saya teringat saat kelas 1 SMA...sesorang yang kutaksir datang mencariku ke kelas. Saat itu saya benar-benar takut menghadapi sensasi ini, hingga akhirnya memutuskun bersembunyi di bawah meja.

Jatuh cinta juga membuat saya cerdas seketika. Dengan singkat saya mampu menguasai topik-topik apa yang ia sukai, hingga durasi bincang diskusi kami bertambah dan keseruan itu bisa mempertahankan sensasi di jantungku Saya menyukai itu.

Mungkin saya begitu mencintai sensasi itu untuknya hingga saat itu kandas saya butuh tiga tahun untuk pulih. Sekarang memasuki tahun keempat, saya cukup merindukan sensasi "Jatuh Cinta" ini setengah mati....

Semoga saya menemukannya lagi :)

1 comments:

Janiratna mengatakan...

hei... baca tulisanmu yang ini, link ke disini(strangers waiting) membuat ku kembali menulis.... :)thanx

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com