Sabtu, 24 September 2011

No Affair...



We have no affair and we both know it so well....

Tawamu cukup renyah di telinga...kau cukup bingung dengan yang kukatakan. Pasti sebelah alismu sedang terangkat...Kau bahkan cukup pandai mengalihkan pembicaraan.

Wanitamu mengirimi beberapa pesan yang juga tidak kumengerti. Aku tidak bersalah, itu yang kuketahui. Dia cukup aneh, padahal kami teman yang baik. Dulu sempat kufikir wanita itu beruntung. Tapi menurutku aku patut bersyukur dengan apa yang ada sekarang... Kita berteman baik dan itu yang tidak dimilikinya.

Dia terbebani, itu katanya...Dia takut padaku, itu katamu...

Entah harus marah entah harus kasihan...yang keluar hanyalah kekeh aneh nan sengau dari bibirku...Di depanku ada hidup yang mulai terbiasa kujalani,kusyukuri dan kunikmati... Tapi wanita itu masih ada jauh di belakang. Ia masih meringkuk di jalan 3 tahun lalu...

Apa yang mesti kulakukan padanya ? Kau kembali tertawa dan berkata "tidak usah pusing". wanitamu sangat aneh, ia bahkan memaksaku menanyaimu...

Apa yang kau lakukan padanya, kawan ? Kau membungkam mulutnya ? atau kau menciutkan nyalinya ? Wanitamu pasti tertekan karena itu. Ia berada di belakang kita. Ia mencari...dan ia tersiksa...aku tahu tapi aku diam. Tapi kita tidak bersalah...kita tidak dalam affair. Jadi apa yang kita lakukan sekarang ? Kita sama-sama tahu persembunyiannya, namun kita mendiamkannya.

Hahaha...entahlah, kuharap kita bisa terus seperti ini...ada atau tanpa wanita itu.

0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com