Minggu, 05 Juni 2011

Fenomena Chef Juna.....

Jeng....Jeng...Jeng....Jenggg !!!
This is special to my "Heboh Chef Juna" 's friends...Rheea , Yoel and Rhiena

Hmm...sy tertarik menulis tentang Chef Juna kali ini. Hari ini tanggal 5 Juni 2011, sy sempat terpesona dengan Chef satu ini. Sy jujur bukan penggemar "berat" acara Master Chef Indonesia yang setiap hari Sabtu dan Minggu nongol di TV. Sy hanya sesekali menonton karena adik perempuan sy sendiri sangat addicted dengan acara ini. Mengapa saya terpesona hari ini ? Itu karena hari ini sy sempat melihat proses penjurian acara Chef Master yang tidak biasanya, dimana pada penjurian tim memasak...para anggota tim-lah yang berhak meng-eliminasi peserta. Kali ini yang ter-eliminasi adalah FERO. Cukup menegangkan, apalagi Fero disingkirkan karena ia adalah competitor terberat bagi peserta lainnya. Semua tahu ini tidak fair bagi Fero, dan....dengan gentle nya, Chef Juna maju ke arah Fero dan memeluk gadis itu....."WOW !!!" teriak saya dan adik saya heboh berbarengan. Saya terkesan dengan sikap Chef satu ini....tidak banyak berkata-kata tapi ia langsung menghibur Fero dengan memberikan sebuah pelukan yang kemudian diikuti oleh master Chef lainya.

Chef satu ini sebenarnya cukup menarik perhatian dengan komentar-komentar pedasnya, seperti : "Presentasi OK....Management waktu OK...tapi...Cita rasa, BUSUKKKK !!!"
Sy sampai ngeri melihat ekspresi dingin Chef yang satu ini saat bekomentar, lalu memuntahkan masakan yang ia kunyah.

Bukan hanya itu, Chef satu ini benar-benar membuat fenomena (disekitarku). Pertama kali buka Facebook n Twitter, status teman-teman smua tentang Chef Juna. Rambutnya lah...cute-nya lah...komentar pedas-nya lah....sikap cool-nya lah. Bahkan hari ini saat jalan bareng teman-teman, mereka pada mau pulang cepat lantaran mau nonton Chef Juna. Sdikit...sdikit...Chef Juna, apa...apa...Chef Juna. Bahkan "Cita rasa BUSUK !!!" sudah jadi trend gaya bahasa teman-teman saat bercanda.

Iseng-iseng sy buka Nek Google dan mencari profil Chef yang satu ini. This is from MYSUPERLOUNGE :


Semua Tentang Chef Juna (Juri Master Chef Indonesia)


Siapa sih yang nggak kenal sama Chef Juna yang galak, sangar, dan kejam dalam berkomentar? Yang nonton perdana Master Chef Indonesia 01 Mei 2011 kemarin pasti tau. Pada artikel ini akan aku ceritakan perjalanan karir dan masa mudanya.


Profil :

Junior Rorimpandey namanya. Chef asal Manado yang lahir pada 20 Juli 1975 ini (Grace : Wadewww...dah rada tuir tp msh okey), kurang begitu hot dibahas di Indonesia, karena Chef ini lebih terkenal di luar negeri. Hm..aku yakin setelah adanya Master Chef Indonesia, Chef Juna akan semakin dikenal banyak orang.

Banyak yang mengira Chef Juna ini bukan siapa-siapa. Setelah googling tentang Chef Juna, yang kulihat dari forum-forum, banyak yang kurang suka dengan Chef ini. Rata-rata berkomentar, “Sangar amat komentarnya..kejam”, “jahat banget tuh orang”, “dia bikin acara makin tegang aja”, “ah kayak dia bisa masak aja”, “masa komentarnya nggak bermutu gitu sih”, “komentar yang membangun dikit kek..masa kasar gitu ngomongnya”.

Waktu aku liat Chef Juna memberi contoh memotong bawang bombay di Master Chef Indonesia, aku tau kalau ia punya kemampuan masak yang cukup tinggi. Dari cara memegang pisau dan kecepatan mengiris bombay. Terutama waktu ia membuang paprika dan garnish pada hidangan yang dimasak salah satu peserta (lupa namanya). Kenapa? Jelas aja karena paprika nggak akan dihidangkan mentah-mentah di piring. Di luar negeri, walaupun hanya dijadikan hiasan, yang tersaji di sebuah piring itu harus bisa dimakan. Beda dengan Indonesia, yang rata-rata hiasannya menggunakan sayuran mentah dan itu hanya hiasan, bukan untuk dimakan.(Grace : Hmmm...hiasan kue ultah saja kadang plastik, pdhal d LN kan smua serba cokelat atau gula gitu, so bisa d makan)

Sumber yang kudapat menggunakan bahasa inggris dan disini akan aku ceritakan ulang dengan gaya tulisanku sendiri secara detail.


Karir :

Profesi Chef Juna terjadi secara nggak sengaja. Pada tahun 1997, ia pergi ke Amerika Serikat (Brownsville, Texas) untuk sekolah penerbangan. Chef Juna telah mendapat lisensi pilot, tapi ditengah mengambil lisensi komersial, sekolah penerbangannya bangkrut. Akhirnya ia pergi ke Houston untuk lanjutkan pelatihan. Awal 1998 disaat Indonesia sedang dilanda krimon (krisis ekonomi), ibunya nggak bisa membantu keuangannya di luar negeri, dan akhirnya ia harus mencari kerja walau secara ilegal (belum mendapatkan ijin kerja).

Berbagai pekerjaan yang dicoba Chef Juna, akhirnya ia kerja di restoran tradisional Jepang sebagai waiter (pelayan). Setelah 2 minggu, master sushi menawarkannya untuk jadi muridnya, Chef Juna terima tawaran itu. Ia akhirnya mulai dari dasar dan dilatih sangat keras (Grace : Pantasan...). Pemilik restoran itu kagum dengan kinerjanya dan mensponsori Chef Juna untuk mendapatkan Permanent Resident (ijin tinggal).

Pada tahun 2002, Chef Juna mengambil alih sebagai head chef (kepala koki) di restoran karena sushi master yang melatih Chef Juna ini pindah ke restoran lain. Di tahun 2003, ia pindah kerja ke restoran sushi nomor satu di Houston yang bernama Uptown Sushi. Setelah beberapa bulan, ia menjadi Executive Chef disana. Masuk ke tahun 2004, Chef Juna mulai jenuh dengan masakan Jepang, dan akhirnya ia pindah ke restoran Perancis, The French Laundry yang dikenal sebagai restoran yang menerapkan standar tinggi. Ia mulai dari awal lagi. Lalu, ia juga mencari pekerjaan di tempat lain agar dapat belajar lebih banyak.

Di French Laundry, ada hukuman bagi yang melakukan kesalahan walau kesalahan sederhana. Mereka dilatih dengan baik dan disiplin yang diterapkan seperti militer (Grace : Pantasan...). Disana Chef Juna belajar banyak teknik, mengontrol protein pada makanan, dan menciptakan makanan yang dihias cantik dan sangat enak. Nggak heran waktu Chef Juna menilai peserta Master Chef Indonesia sangat galak. Galaknya pasti keluar kalau liat makanan yang dihias berantakan dan rasanya hambar. Wajar, koki ganteng tapi sangar ini berpengalaman.



“Memasak adalah suatu yang anda cintai ketika anda berada di dapur, dan itu bukan hanya sekedar pekerjaan. Itu adalah sebuah gairah dan pekerjaan yang sulit. Saya suka memasak karena saya menilai masak sebagai seni. Ketika saya membuat hidangan baru, itu seperti telah selesai sebuah proyek seni. Berjuang untuk kesempurnaan membuat masakan yang lezat dengan bahan berbagai warna dan terlihat cantik di piring. Setiap malam saya memasak di dapur, terutama malam yang super sibuk, saya merasa bahwa prestasi saya tercapai karena saya membuat pelanggan kenyang, senang dan memberikan mereka pengalaman bersantap yang hebat. Saya juga suka suasana dapur yang sibuk, suara panci panas saat bahan masakan dimasukkan, suara peralatan masak, orang-orang berkomunikasi satu sama lain tentang apa yang mereka lakukan, semua itu seperti musik di telinga saya”, kata Chef Juna yang sekarang menjadi Executive Chef di restoran Jack Rabbit Jakarta.



Mengagumkan! Nggak nyangka kan kalau Chef Juna ini koki yang hebat? Padahal dulunya Chef Juna ini naik motor Harley loh.


Masa muda :

Waktu umur 17 tahun, Chef Juna ini termasuk anak berandalan, ia buat sebuah geng yang bernama Bad Bones. Dengan mengendarai Harley, mereka ngebut dan nggak peduli kemanapun mereka pergi.

“Saya pernah kuliah teknik perminyakan selama 3,5 tahun di Indonesia, tapi nggak selesai karena saya terlalu nakal. Akhirnya saya memutuskan untuk membenahi hidup, berubah, dan pindah ke Amerika. Saya sampai menjual motor kesayangan untuk biaya sekolah di sana”

Diculik, disiksa, overdosis dan hampir ditembak di kepala udah pernah dirasakan Chef Juna. Merokok dan terjerumus dalam narkoba juga pernah. Tapi ia berubah karena ia punya pemikiran berbeda.

Di kedua lengan Chef Juna ini bertato. Tato itu dibuat waktu Chef Juna umur 15 di Bali, dengan menggunakan mesin buatan sendiri yang menggunakan jarum jahit.(Grace : It doesn't matter...sy suka cara dia berpakaian walaupun dgn lengan panjang, tetap punya style sendiri. Hmm...sepertinya melihat dia memakai seragam chef sangat kita nanti-natikan, it means...He'll show the tatoos )


Cinta :




Menurut media, Chef Juna ini berpacaran dengan Aline Tumbuan atau Caroline Ingrid Adita.Kabarnya sih udah berpacaran 1 tahun. (Grace : Wah, kalau ini sy baru tahu.... )

2 comments:

arman rahim mengatakan...

wah..

lengkap sekali pembahasannya uga...

jadi penasarn langsung..
kenapa selalu dibicarakan ini orang... ?

Grace Amaliah mengatakan...

Sy juga tadinya penasaran anana heboh skali sma chef satu ini. Tapi pas nonton yang minggu lalu...wah, sy jadi berkata : PANTASAN....

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com