Minggu, 24 April 2011

I have my own character and so do YOU


It's like I wanna say : It's over my friend....You've taken that way so I take this way


Alkisah seorang teman yang berusaha menjadi teman yang baik. She used to be a bossy type ... but then she changes to fix all things that had broken between her and her friends. Awalnya ia melakukan semua itu agar temannya kembali padanya dan menunjukkan betapa ia ingin berubah menjadi lebih baik.

Berusaha bersikap baik. Sabar. Selalu menolong tanpa mengenal kata "TIDAK". Bahkan memberi hadiah....

Namun ternyata sekuat apapun ia mencoba, perubahan hanya terjadi sementara...setelah itu, walaupun ia tetap berusaha ia tidak mendapatkan apa yang ia harapkan.

Pertemanan tidak bisa dibeli dengan semua itu, pertemanan harus datang dari hati masing-masing, bukan ?

Sekarang ia kembali dengan pemikirannya. Bahwa teman yang baik adalah teman yang mau menerima dirinya apa adanya. Ia bisa merasakan aura benci dari seseorang di sekitarnya. Sudah muak dengan dirinya yang berusaha mengambil hati temannya. Lalu mengapa ia harus melakukannya ?

Salahkah jika ia memutuskan untuk membenci orang itu ? Toh, orang itu juga membenci dirinya. HOMO HOMINI LUPUS. Rasanya tidak mengapa jika menjadi seekor serigala jika ingin menghadapi serigala lain. Dunia ini bukan sinetron dengan peran protogonis versus antagonis. Kau bukan Nabi yang selalu sabar akan ujian hidup...terkadang kau butuh melawan, menindas balik orang yg menindasmu, kau harus kuat untuk menjadi dirimu...memiliki karaktermu.

Kau tidak perlu merubah dirimu...karena kau bukan Iblis maupun Malaikat. Kau adalah Manusia, maka lumrah jika kau memiliki sisi baik dan sisi buruk.

4 comments:

d. mengatakan...

Tahu dari mana orang membencimu? Menangkap aura? seyakin itu? Setiap manusia punya (+) & (-) tapi sangat miris untuk memutuskan membenci orang lain hanya karena merasakan aura kebencian. Kalau kita kecolongan, apa iya kita juga harus nyolong?

Grace Amaliah mengatakan...

Menurutku...sori dak sebut merk takut orgnya baca :) Yakin ! One billion persen, bukan dari aura tapi dari pernyataan.

Dia bukannya kecolongan, dia justru rugi karena berusaha merubah dirinya menjadi seseorang yg sama sekali bukan dia. Berubah jd lebih baik boleh tapi menjadi malaikat bukan solusi...

Bukannya Iblis juga ditantang oleh Tuhan untuk mencari teman dengan segala keburukannya dan ironisnya sepertinya dia sedikit berhasil....

d. mengatakan...

Analogiji colong-menyolongya..
Maksudku, kalaupun benar ada orang di luar sana yang membenci kita.. Kita tidak harus membalas dengan kebencian kan.. menjadi iblis atau malaikat memang selalu ji jadi pilihan.. toh itu haknya.

Tapi kasihan, menambah penyakit hati cuma lantaran mw temenan sama iblis *meski hanya analogi

Jadi diri sendiri saja, tapi look around juga..
Nabilang Naneng Setiasih dalam bukunya De Journal, Expressikan aksimu (selama kita tidak mengganggu kesenangan dan kebahagiaan orang lain).

-de, yg tengah introspeksi diri-

Grace Amaliah mengatakan...

Bgini intronya, Sy cuma esmosi baca blognya seseorang krn mengeluh terus masalah teman2nya yg seperti tidak menghargai perubahannya. Sy komenji juga dak usah ragu, dengarkan kata hatimu saja drpd kow tersiksa batin. Aturan absolut (ajaran agama) masalah benci atow tidak sudah jelas hukumnya....tapi masalah pilihan jie klo kow mau benci ya benci saja.....Manusiawi ji org membenci. Itu hak perogeratif setiap orang dan titik sampai situ, masalah selera n pilihan org kan qta dak bisa berdebat. begitu sa bilang :)

Klo pun kow mau berubah , ini klo mau bicara hidayah...jangan d paksakan hidayah itu...belum dapat n lengket d hati tapi stengah mati mau d rekatkan. Hidayah kan d cari hingga dapat n kena d hati bukan d paksa datangnya.

Jadi dirimu apa adanya tapi, potensi yg baik n buruk selalu ada pada kita.... yg kita butuhkan *menurutku* bukan merubah karakter tapi memutar otak bagaimana caranya bisa menyesuaikan karakter kita ini dengan watak orang yg berbeda-beda, lebih dewasa menghadapi dinamika sosial d sekitar kita.

Kita pernah satu masa lalu n dirimu tau jie masalahku sama sapa2 (mungkin masuk jg Ibu Mading d antaranya)....klo sy, sih terserah orang mau menilai sy bgm yg penting sy n Tuhan tau sy sudah berusaha lakukan yg terbaik :) Krn sampe situ jie kapasitasku. Adapun klo teman2 lain benci sama sy yah itu hak perogratifnya dia....Tuhan mami d harap bgm2nya. Masih ada hablumminallah yg bisa jd tali penghubung u' memperbaiki hablumminannas itu....berdoa mami ka saya smoga tu org d lapangkan hatinya n dijauhkan dr rasa dengki terhadap sy :)

Let's do the best then Lets God do the last.

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com