Selasa, 01 Februari 2011

Ayah dan Alun-Alun Kota Bandung


Di sudut alun-alun kota Bandung terlihat seorang ayah dan anak balitanya yang berumur 3 tahun. Wajahnya bulat karena pipi tembemnya, kaki dan tangannya pendek gempal layaknya balita montok. Sebelah tangannya menarik jaket ayahnya, sebelah lagi terangkat seakan-akan ingin menggapai sesuatu.

"Ayah...ayah...balooon...." teriak gadis mungil itu dengan suara lucunya.

Tangan balita itu kembali terangkat ingin meraih balon gas yang terlepas ke udara. Sang ayah menatap ke arah langit tepat pada balon gas yang ditunjuk anaknya.

"Ugah, mau ??" tanyanya

"Mau ayah....! tapi Ugah juga mau mainan kupu-kupu yang bunyi 'kepek-kepek' klo di dorong...."

Sang ayah tertawa..." Kepek-kepek ?"

Melihat ayahnya yang tertawa senang, sang gadis cilik menunjuk ke arah mainan lain yang dijual di pinggir alun-alun. Mainan itu terlihat sederhana. Terlihat seperti sebuah tongkat namun pada pangkalnya diikat sebuah miniatur kupu-kupu bersayap lebar. Ada 4 buah roda kecil diikatkan di bawah kaki kupu-kupu itu, sehingga saat didorong mainan itu seperti berjalan sambil mengepakkan sayap dan mengeluarkan bunyi 'kepek-kepek'.

Sang ayah menggendong gadis kecilnya dengan sayang menuju penjual mainan 'kepek-kepek' dan membuat si gadis begitu bersemangat saat mendapatkan mainan itu. Ia berlari kesana-kemari dengan tangan mungil mendorong mainan kupu-kupu itu hingga hari menjelang sore.

Gadis kecil itu berhenti bermain saat melihat ayahnya datang menghampirinya.

"Ayo kita pulang, sudah sore..." kata ayah.

"Besok kita ke sini lagi yah, ayah ! " kata gadis kecil itu.

"Ke sini lagi ?"

"Iya ayah...Ugah senang di sini. Ayah jangan pulang ke Makassar dulu ya, Yah ! besok Ugah mau makan halus manis sama beli balon gas yang banyaaaak sekaliiii...."

"Iya...iya" sang ayah mengagguk lalu menggendong si kecil Ugah.

Ugah terlihat sayang pada ayahnya, ia lalu memeluk sang ayah lalu mencium pipinya.
"Janji ya, ayah !!!!"


Ugah untuk Ayah :
20 tahun sejak semua itu berlalu ayah, akhirnya Ugah mengunjungi Alun-Alun kota Bandung kemarin tanpa ayah. Alun-Alun itu terlihat berbeda sekali sejak terakhir kali kita mengunjunginya. Tidak ada penjual mainan 'kepek-kepek' lagi.....hanya dipenuhi pedagang asongan yang menjual snack, tas, souvenir dan lain-lain. Alun-alun itu juga terlihat lebih kumuh, entah karena kini lebih padat dikunjungi atau mungkin karena tak terawat lagi. Ia tidak lagi teduh dan hijau seperti dulu...semuanya berubah ayah !

dan yang membuat Ugah sedih, ayah tidak datang bersama Ugah....


_Ugah di Alun-Alun Kota Bandung, 31 Januari 2011_

2 comments:

zulhamhafid mengatakan...

di Bandung ngapaian, ga? s2 yah?
oia, blog yg d'bathrictz koq ilang yah? dah gulung tikar kah?

oia, commentnya ndak bisa pake name/url y?

www.zulhamhafid.com

Grace Amaliah mengatakan...

Sorry baru balas. Gak kok, ke bandung cuma mau nengok kota masa kecil. Doakan saja supaya bisa cepat S2.

Ini d'bachritz kok...cuma sy rubah nah alamat url nya...coba d cek, postingannya masih sama kan ? cuma berubah nama, url dan template nya saja

Bisa kok. Pilih saja profil komentarnya mau pake apa, gmail...blogsopt...atau wordpress...hehehe ^^ v

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com