Selasa, 07 Desember 2010

Under Renovation

Home sweet home...ini rumahku, kataku dengan bangga. Rumah pertama ayah dan mama. Umur rumah ini bahkan lebih tua dariku...mungkin sudah 27 tahun. Hampir seumur hidup aku dan adik-adik tinggal bersama di rumah ini. Bahkan ari-ari kami terkubur rapi tak terusik di pekarangan rumah yang sekarang ini dihiasi oleh kembang-kembang kesayangan mama (see : Heavenly Forest For Mommy) hehehehe....

Beberapa tahun terakhir ini, mama bercita-cita merenovasi rumah kami. Membuat lantai dua...dan memperluasnya. Maklum luas tanah rumah kami hanya sekitar 12 x 18 meter...hanya ada 4 kamar tidur, dua ruang tamu yang salah satunya bersambung dengan ruang keluarga, dapur yang dekat dengan ruang makan, dua kamar mandi, dan ruang bilas ( cuci dan sumur) yang terhubung langsung dengan gudang.

Rencana renovasi ini akhirnya teralisasi juga, setelah kedatangan keluarga besar kami dari berbagai " penjuru". Hahaha...sodara2 ayah memang ada 6 orang, plus suami n anak-anak mereka...and make it double dengan kehadiran kakek, nenek...puang nenek...tambah lagi sodara2 dari mama yang membawa anggotanya. Cukuplah rumah ini terisi paling sedikit 27 orang dalam satu malam. Kami tidur bersama dalam ruangan yang yang sempit, tak kiranya ruang tamu depan dan belakang pun di sulap layaknya kelas ekonomi kapal laut. Cukup repot tinggal seperti ini tap kami semua merasa ini sangat menyenangkan.

Rumah yang tadinya lumayan sepi karena kesibukan masing-masing anggota keluarga kami, tiba-tiba heboh dengan orang-orang tua...bukan panti jompo....karena anak-anak juga sangat ramai, sedikitnya ada 10 orang anak kecil dan 5 orang remaja...bukan panti asuhan....sepupu2 yang masih kecil sepanjang waktu bermain, mulai dari menggambar bebas di kertas sampai grafiti di tembok putih kami (luar biasa bakat mereka)...belum termasuk bermain jungkat-jangkit di atas tempat tidur susunku...manjat...lalu lompat...bukan taman kanak-kanak...

Intinya rumah ini sempit dan perlu renovasi !!!

Sejak 4 Oktober lalu, akhirnya rumah ini di renovasi juga







Bagian garasi tepat di bawah kamar Farid




Teras rumah yang tiap hari jad berantakan




Tulangan kolom teras






Perencanaan tangga tepat di samping kamar Puang Nenek



Perencanaan lantai 2

Setelah proses pengecoran lantai dua, kami memiliki banyak masalah dengan atap. Apalagi musim hujan membuat kami seperti tinggal dalam kapal selam yang bocor di sana-sini. Kami berlima sampai-sampai tidak pernah istirahat mengepel dan menyodok air dari lantai rumah kami ke luar.

Beberapa kali mama mempertimbangkan untuk pindah. Rumah ini sedang di kerja dan tidak layak jika ditempati. Tapi pikiran itu selalu tergantikan dengan perasaan mama yang selalu merasa nyaman...kemana-mana langsung ketemu ugah, ika, farid n ayah....

Setiap pagi malah semuanya jadi berubah. Mama yang jarang masak jadi rajin ngurus dapur (MyEm0.Commaklum Ratu Jennang hijrah dalam dekade singkat)...ugah yang suka bangun siang, jadi suka kerja pagi2...macam2 lah...masak sama mama...nyuci...beres2....hahaha...banyak lah yg berubah







Kebocoran di ruang tamu sekaligus ruang keluarga kami






Kamarku juga ikutan bocor




susah-susah begini tapi semuanya berkesan...apalagi masa renovasi ini tidak menyurutkan semangat belajar saat ujian meja. MyEm0.Com Cheers !!!

0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com