Minggu, 07 November 2010

__SUSU MELON__


Duduk melamun di depan meja tulis
Berpikir hendak memilah hal apa yang akan kulakukan
Setumpuk hal yang mesti dikerjakan kubiarkan menumpuk layaknya cucian kotor
Bronggok-onggok tugas tak ku selesaikan karena enggan
Enggan itu seperti magnet negatif yang menarik semangat kerjaku yang bermuatan positif

Sore berganti senja, senja berganti malam
Apa yang kulakukan ???
Hanya duduk memainkan jemari di atas keyboard
Seperti candu bagi penggemar jejaring sosial
Menghabiskan waktu hanya demi status, komentar dan chit-chat

Tak ada yang selesai, saudara-saudara....Candu itu harus dihentikan !

Seperti memegang layang-layang, sumpah itu terbang begitu saja
walaupun aku ragu...
Aku tahu suatu saat ia akan putus dan terlanggar
Biarlah !

Baru saja mata ini akan terpejam, seekor Dinosaurus Hijau datang
Asap tebal mengepul dari sebatang rokok yang diisapnya
"Tantang aku !!!" teriaknya
Wajah angkuh dan sikap arogannya seketika membelalakkan mataku

Serasa berdiri lalu terhuyung lemas, tapi semua harus kusembunyikan
Rasa ragu adalah racun saat itu
Baiklah, pikirku....
Dan seketika itu kata "DEAL" terucap lantang dari bibirku

Pertarungan melawan Dinosaurus Hijau di luar dugaanku
Seperti berpuasa namun perut terasa kenyang
Awalnya memang terasa hambar, sebab kami sama-sama berniat meninggalkan candu keparat itu

Memang tidak logis mengganti tuak dengan susu melon bagi seorang pecandu seperti kami
Tuak tak akan pernah sebanding dengan susu melon
Susu melon yang manis...susu melon yang sehat...

"Cheers !!!"

Aku dan Dinosaurus merayakan hari-hari kami yang mulai terbebas dari candu
Di tangan kami terdapat piala-piala yang terisi penuh oleh susu melon

"Terima Kasih", ucap sang Dinosaurus padaku
Tak kupungkiri aku senang
Kata itu terucap tanpa sikap angkuh sang Dino
Ia kemudian menenggak susu melon tandas dari pialanya

Tangan hijau berbonggolnya lalu menyeka mulutnya
Ia terlihat puas, ia terlihat bahagia
Ia menoleh ke arahku, tersenyum memamerkan gigi runcingnya
Matanya lurus memandangku, lalu ia berujar "Aku kalah, saudara...Mari kita akhiri semuanya"

Sebelah alisku terangkat dramatis
Setengah heran...setengah kaget....
Kata-katanya membuat mulutku sulit terkatup

Seharusnya ini bisa kurayakan...seharusnya ini bisa kubanggakan

"Aku kalah, sebutkan permintaanmu !" suaranya terdengar kasar
Seketika itu aku sadar aku tidak mau apa-apa darinya
Aku hanya ingin meneruskan ini bersamanya
Aku hanya ingin menenggak susu melon bersamanya

Ia sengaja mengalah dariku....
Dan aku benci hal itu !

0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com