Minggu, 29 Agustus 2010

SEDEKAH atau PAJAK ??? Yang penting IKHLAS

Bulan Ramadhan, bulan penuh rahmat dan ampunan. Bulan yang dikenal oleh seluruh umat muslim sebagai bulan suci. Namun bulan suci ini terkadang digunakan juga untuk mencari rezeki...bukan hanya muslim tapi non-muslim pun kadang menggunakannya. Banyak dari mereka yang ikut berjualan bahan makanan penyemarak Ramadhan...jual petasan, mukena, kain, ketupat dan aneka kue-kue baik untuk menu buka puasa maupun hari raya. Masya Allah, Ramadhan memang bulan penuh berkah bagi seluruh umat.

Bulan Ramadhan ini benar-benar menjadi peluang untuk menyucikan diri. Orang-orang sadar mendadak, orang-orang tobat mendadak...yg tadinya gak pernah puasa jadi puasa, yg tadinya gak pernah sholat jadi rajin sholat. Mesjid2 jadi tiga kali lipat sesaknya dibandingkan hari-hari biasa...insya Allah setelah Ramadhan berakhir semuanya tidak kembali ke titik nol. Ramadhan memang bulan latihan...Bukan cuma itu, di bulan ini selain amalan tadi ada juga ibadah yang tak pernah luput untuk dilakukan yaitu BERSEDEKAH, menyucikan harta kita.

Namun, tidak sedikit pula bulan suci ini dijadikan kesempatan untuk.............?????
Hidup tidak selalu adil (menurut manusia). Hidup semua manusia tidaklah sama sebagaimana Allah telah menggariskan nasib hambanya, namun semua itu bisa berubah dan tidak akan berubah jika hamba itu tidak mau mengubah nasibnya.

Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” [13:11]

Usaha seperti apakah yang dimaksud ?



***Suatu hari Ugha sedang menyapu di teras saat bunyi ketukan di pagar terdengar***

MyEm0.Com : (tok..tok...tok...) Assalamu Alaikum...

MyEm0.Com : Wa Alaikum Salam... Ada apa yah ? Bisa di bantu ?

MyEm0.Com : Sumbangan dek...(sambil menyerahkan amplop ke Ugha)

MyEm0.Com : Maaf yah, tapi kami sudah menerima terlalu banyak amplop. Mungkin lain kali saja.

MyEm0.Com : Tolong lah dek...ini untuk anak yatim piatu....

MyEm0.Com: Duh, gimana yah...Mama juga lagi gak ada di rumah. Lagian kami juga tidak mampu kalau menerima terlalu banyak sumbangan.

MyEm0.Com:Oh, kalau masalah itu...Mamanya adek ini sering datang n menyumbang d panti asuhan kami kok....bener loh dek !!!

MyEm0.Com: Oh gitu yah... (tanpa curiga)...ya udah, amplopnya saya terima deh pak !

MyEm0.Com: Makasih ya dek...

MyEm0.Com: Sama-sama, pak !


***Saat Mama pulang Ugha langsung menyerahkan amplop ke Mama***

MyEm0.Com : Ma...ini ada amplop permintaan sumbangan dari panti asuhan *blablabla*

MyEm0.Com: Dari panti asuhan *blablabla* ??? Mama baru dengar...

MyEm0.Com : Loh ? Bukannya Mama langganan jadi donatur d panti asuhan ini ?

MyEm0.Com:Gak ah...Mama gak pernah tau ni panti asuhan !

MyEm0.Com : Hah !!! Ugha di tipu dong Mama....orang tadi bohong....

MyEm0.Com:Memangnya orang tadi bilang Mama donatur tetapnya ?

MyEm0.Com : Wah...ini sih bukan minta SEDEKAH...enak saja, bukan berarti kami orang mampu bisa seenaknya di tipu macam ini sama kaum duafa...minta sedekah yang bener dong, klo gini kan kita jadi gak ikhlas...sedekah bukan PAJAK yang wajib kami bayar, semua ini ibadah bukan paksaan.... Sudah, Ma...yang lain juga gak usah d kasih. Ini mencurigakan, toh kita gak tahu amplop-amplop ini bakal diserahkan benar2 kepada pihak panti asuhan.


MyEm0.Com : Wah...wah...nak...Istighfar, nak ! Tidak baik berprasangka buruk, toh baru satu itu yang ketahuan bohong.

MyEm0.Com : Tapi Ma...

MyEm0.Com: Toh kita menyumbang itu mesti semata-mata karena Allah, Allah tidak pernah melihat besar kecilnya sedekah yg kita berikan, dengan cara apa kita dan melalui siapa kita beramal yang penting keikhlasan kita.

MyEm0.Com: Kalau sedekah kita tidak sampai kepada penerimanya bagaimana ?

MyEm0.Com: Insya Allah sampai, mari kita serahkan pada Allah sebagai pengaturnya. Yang jelas niat baik kita telah tersampaikan, Allah Maha Mengetahui loh Nak ! Sekarang coba pikirkan, kamu lebih ikhlas mana kalau uang kita di rampok dari pada memberikan sedekah pada amplop-amplop ini ? Allah selalu punya cara untuk membersihkan harta kita. Bahkan jika kita terlalu serakah, Allah akan memberikan cara yang kejam pula untuk tetap menyucikannya...bisa saja kita kerampokan, bisa saja harta kita hilang begitu saja, bahkan bisa juga melalui bencana kebakaran yang menghanguskan semua harta benda.

MyEm0.Com : Allah Maha Adil...maka mari kita menyantuni hamba2Nya yang kurang mampu sebagai bentuk kemurahan hati dan keadilanNya. Allah memberikan harta bukan hanya untuk kita nikmati sendiri, tapi kadang kala ada rejeki orang lain yang dititipkan di situ, jika kita memakan hak rejeki orang lain yang telah dititipkan, maka mungkin saja Allah murka dan mengambil kembali apa yang telah diberikannya.

MyEm0.Com : Astaghfirullah...iya Mama, Ugha insya Allah akan lebih ikhlas memberikan sedekah ini kepada mereka ketimbang mesti kehilangan uang karena di rampok oleh orang yang lebih tidak jelas lagi. Orang-orang ini boleh saja menipu, tapi niat kita memberikan sedekah ini kepada para yatim bukanlah tipuan, Allah Maha Mengetahui. Amin.

---***----

Mari meng-ikhlaskan hati, berikut adalah firman Allah yang Insya Allah akan menjaga keikhlasanku dan juga para pembaca :

Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.” [ 14:4]

Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” [ 3:26]

Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat.” [ 16:112 ]

dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” [ 29:40]

dan sekali-kali tidaklah Rabb-mu menganiaya hamba-hambaNya” [41:46]

Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir.” [76:3]



Ayat-ayat tersebut di kutip dari : Para Pemikir
Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com