Senin, 23 Agustus 2010

Kemana Larinya Waktu ???


Demi masa sesungguhnya manusia kerugian….” (Al-Ashr : 1)

Kemana larinya waktu ? Hmm…seperti itulah waktu, tidak pernah mau menunggu, terus saja bergulir tanpa mau memberikan kompensasi. Semua orang pasti pernah berangan-angan, ingin kembali ke masa lalu, ingin menghentikan waktu di masa kini atau ingin melompat ke masa depan. Yang kita hadapi adalah ruang yang maya yang tidak akan kuasa kita tembus. Terlebih lagi di bulan Ramadhan ini, dengan setumpuk aktivitas rutin di tambah kegiatan peningkatan ibadah…waktu justru tidak pernah terasa. Ketika tersadar barulah kita mengerti waktu telah jauh berjalan.

Waktu adalah salah satu nikmat Allah yang dikaruniakan kepada manusia, sementara manusia itu sendiri sering lalai untuk menggunakannya secara efektif dan efisien : al-Qur’an dan al Sunnah banyak menjelaskan esensi dari waktu; banyak ayat yang diawali sumpah Allah terhadap waktu. Dan dalam konteks ini pula rangkaian waktu adalah nikmat yang besar seperti disebutkan dalam QS. Ibrahim:33-34 “Dan dia Telah menundukkan (pula) bagimu matahari dan bulan yang terus menerus beredar (dalam orbitnya); dan Telah menundukkan bagimu malam dan siang. Dan dia Telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)”. Begitu pula sunnah Rasulullah saw antara lain seperti yang disampaikan oleh Muadz bin Jabal : “Kedua tapak seorang hamba tidak akan bergeser dari tempatnya di hari kiamat sehingga ia ditanya tentang empat perkara; umurnya untuk apa ia habiskan, masa mudanya untuk apa ia pergunakan, hartanya darimana ia dapatkan dan kemana ia belanjakan, dan perbuatannya apa yang ia kerjakan” (HR. At-Thabrani).

DR. Shalahuddin Mahmud mengatakan beberapa alasan agar kita mengelola waktu dengan baik dan benar di antaranya : Untuk melaksanakan berbagai tugas dan aktifitas yang penting, sehingga tersisa waktu dan rencana bagi masa depan sekaligus ada waktu untuk rehat dan refreshing. Untuk menentukan skala prioritas dan mensukseskan kegiatan yang paling penting dalam hidup. Untuk memanfaatkan dan mempergunakan waktu yang terbuang sia-sia. Untuk menghindari kegagalan yang kerap menyertai aktifitas kita. Mengelola waktu adalah persoalan individu sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi dan karakter masing-masing, mengubah kebiasaan dalam prakteknya sering tidak mudah dan memerlukan perjuangan untuk mensukseskannya.

Ada beberapa tips agar pengelolaan waktu berhasil dengan baik, yaitu :


1. Memeriksa ulang rencana pekerjaan harian. Pastikan anda terbiasa membuat perencanaan apakah itu tahunan, bulanan atau pekanan dan harian.

2. Komitmen dengan daftar pekerjaan harian. Berkomitmen terhadap rencana harian adalah bagian penting keberhasilan jangka panjang. Apabila ada hal krusial dan mendesak, ubahlah sedikit daftar kegiatan sesuai kondisi tetapi harus melakukan penyesuaian agar target tetap terjaga.

3. Mulailah melaksanakan tugas. Banyak perencanaan baik gagal dikerjakan, oleh karena pekerjaan tersebut tidak pernah dimulai pelaksanaannya. Memulai pekerjaan akan mendorong penyelesaian pekerjaan tersebut. Pekerjaan yang tidak segera dimulai tidak akan mendorong anda untuk menyelesaikannya.

4. Sikapilah dengan baik tugas-tugas yang berat, jika anda harus melaksanakan tugas berat, sikapilah dengan baik seperti layaknya memotong keju Swiss. Selalu ada lubang sehingga mudah di potong dan di makan.

5. Sukseskan pekerjaan anda. Fokuskan pada satu tugas. Kerjakan satu tugas dengan sebaik-baiknya apabila telah selesai, kerjakan tugas lain juga sebaik-baiknya.


6. Selesaikan setiap aktifitas pada waktu yang telah ditentukan. Berkomitmen dengan waktu adalah bagian penting dari keberhasilan. Menyelesaikan suatu pekerjaan dengan kualitas baik, akan jauh lebih baik dari pada menjadi kualitas ideal tetapi tak pernah selesai.

Mari mengejar dan memanfaatkan waktu...

*credit pic : Herbertism.blogspot.com

Bagaimana agar tidak merugi?

Dalam surat al-Ashr 1-3 “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran”. Dengan jelas Allah telah bersumpah demi waktu bahwa manusia akan mengalami kerugian, kecuali yang melaksanakan 4 hal yaitu : iman, amal shaleh, nasehat menasehati dalam kebenaran dan menetapi kesabaran.

Banyak tafsir yang telah menjelaskan ayat tersebut sehingga kita bisa menelaah dan melaksanakannya dalam kehidupan. Secara ringkas dapat dijelaskan sebagai berikut :

1. Iman kepada Allah dan semua yang Allah wajibkan adalah bagian penting tugas kemanusiaan kita. Iman bisa naik dan turun bahkan hilang, karena kekuatan iman di iringi dengan beratnya ujian. Ketika datang ujian baik yang menyenangkan atau menyakitkan iman kita tetap istiqomah bahkan menguat, maka insya Allah kita akan menjadi orang yang beruntung. Dalam al-Qur’an banyak dijelaskan ciri-ciri orang yang beriman dengan benar seperti QS. Al-Mu’minun:1-11 dan QS. Al-Anfal:2-4.


2. Amal shaleh, adalah amal yang sesuai dengan sunatullah. Untuk itu diperlukan ilmu dan kemampuan agar pekerjaan yang kita laksanakan selaras dengan sunatullah dan ini akan membawa keberhasilan. Untuk mencapai hal tersebut ada rambu-rambu halal dan haram, ada urutan prioritas wajib-sunnah. Ada contoh ibadah mahdah yang baku dari Rasulullah dan ada keluwesan muamalah sesuai perkembangan zaman.

3. Saling menasehati dalam kebenaran, manusia adalah makhluk sosial, oleh karenanya interaksi dengan sesama hamba Allah adalah bagian penting keberhasilan. Ada kewajiban da’wah, ada pula kewajiban amar ma’ruf dan nahi munkar. Ada saatnya manusia lupa dan khilaf, maka nasihat untuk melaksanakan kebenaran adalah rahmat untuk menjaga tetap dalam ridha Allah. Rasul berpesan sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain.


4. Menetapi kesabaran. Dalam banyak ayat Allah memuji orang-orang yang sabar. Sabar adalah bagian penting karena kehidupan kita tidak instant, kita berproses untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu, insya Allah kita berharap berada di puncak ketaqwaan dan kesabaran ketika maut datang menjemput. Wallahu’alam..


Thanks to : a good source

0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com