Rabu, 09 Juni 2010

Logat Makassar ? Mariki' diiii'....!!!!


Makassar adalah salah satu kota terbesar di Indonesia Timur, perkembangan kotanya juga cukup pesat. Sangat sulit membandingkan perkembangan kota kelahiranku ini, walau hanya dengan menengok keadaan kota setahun lalu apalagi sepuluh tahun lalu. Namun bukan ini yang akan saya angkat kali ini.

Mengutip slogan salah satu blog favoritku okkots.com bahwa “okkots itu bukanlah kekekurangan melainkang kelebihang”…saya tertarik mengangkat salah satu kebiasaan berbicara masyarakat Makassar. Walaupun kita sama sekali tidak bisa men-judge bahwa semua orang Makassar akan berbicara seperti itu. Contohnya saya…gak gitu-gitu amat kok. Hahaha…

Logat atau aksen Makassar sangat kental dan cukup terkenal, tidak heran aksen ini sering di adaptasi atau dipakai di ranah hiburan. Cukup bersaing dengan logat Batak, Bali, Maluku dan lainnya. Saya ingat pertama kali logat ini sangat digemari saat aktris senior Rina Hasim mempopulerkannya ketika berperan dalan sinetron Sharmila. Bahkan kalau ketahuan dari Makassar pun kita akan sering di sapa “Apa kareba ? Baji’-baji’ ji ?”
MyEm0.ComLuar biasa…..

Saya ingat saat kecil…saya tidak memiliki banyak teman perempuan. Anak-anak khsusnya perempuan sangat sensitive dengan pergaulan dan cukup selektif memilih teman. Maaf ini untuk anak-anak loh !!! Mereka cenderung menyukai teman yang sepantaran dan bisa bersosialisasi dengan mereka, mereka tidak suka dengan sesuatu yang baru dan merusak sistem yang telah mereka buat dalam pergaulan kanak-kanaknya. Ini yang saya rasakan ketika pertama kali masuk sekolah, di hari pertama. Mommy mengantarkan saya ke salah satu taman kanak-kanak di dekat rumah kontrakan kami di Bandung…masa itu sekitar 19 tahun yang lalu, tapi entah kenapa ini benar-benar jelas dalam ingatan saya. Saya sangat senang karena Mommy mau mendaftarkan saya ke sekolah walupun umurku saat itu baru 3 tahun lebih sekian. Masuk sekolah adalah salah satu cita-cita saya sejak kecil, belajar…dapat teman…bermain dan banyak hal yang menarik selalu terbayang di dalam kepala mungilku dulu. Namun semua itu tidak seperti bayanganku. Kenyataannya saya adalah orang yang cukup sulit bergaul….RALAT…bukan sulit bergaul tapi sulit diterima dalam pergaulan…kenapa ??? entah itu watak, sifat, tingkah laku atau apapun itu saya juga tidak tahu. MyEm0.Com Karena menurut pandanganku tidak ada yang salah dengan semua itu. Tapi kau tidak bisa menilai dirimu sendiri secara subyektif, bukan ?

Semuanya terjadi ketika saya datang mendekati sekelompok anak yang sedang bermain ayunan. Ini untuk pertama kalinya saya melihat mainan seperti ayunan itu. Saya mendekati anak-anak itu dengan percaya diri. Mengulurkan tangan mungilku untuk berkenalan. “Halo…” sapaku. Sekelompok anak tadi kemudian menoleh kepadaku. Mereka heran dengan kedatanganku dan tentu saja mereka sama sekali tidak mengenaliku sebagai anak baru. “Siapa nama ta’ ? “ tanyaku pada salah satu dari mereka. Entah seakan melihat hantu, anak perempuan di depanku itu justru berjalan menjauhiku. Sekarang jika saya bertanya kepada kaian yang membaca tulisan ini, dimana salahku ?

Karena perlakuan teman-teman perempuan di hari pertama, saya hampir tidak memiliki satu orang teman perempuanpun. Kejadian yang sama terjadi saat saya kembali ke Makassar 3 tahun kemudian. Saya datang menghampiri sekelompok anak perempuan. “Halo…nama aku Ugah…kalo kamu namanya siapa ?”, reaksi berbeda namun perlakuan yang sama tetap saya terima. Anak-anak perempuan itu saling berbisik lalu berkata kepada teman-teman yang lain, “Jangan mako temani uga’, bombe’ mi saja tolo…ndede calleda’nya pake logat lagi bicaranya…
Hahaha….lagi-lagi saya bertanya, dimana salahku ?MyEm0.Com

Cerita lain saat saya dan teman-teman menjadi panitia salah satu seminar internasional ketekniksipilan, MICCE (Makassar International Conference On Civil Engineering), Maret lalu. Bahas dan logat kami benar-benar menjadi sorotan para tamu. Tak heran beberapa dari mereka yang paham bahasa Indonesia sedikit heran, mengapa terlalu banyak kata “mi”…”sedeng”…”bede’” dan lain-lain. Kami sangat terkejut saat tamu kami yang berkebangsaan Iran menanyakan hal ini…cek per cek…mereka adalah mahasiswa Malaysia yang paham dengan bahasa Melayu. Setelah mengetahui hal ini kami menjadi lebih berhati-hati saat mengeluh pasal tamu-tamu ini. Sebisa mungkin jika mengeluh masukkanlah logat Makassar yang kental…agar mereka tidak paham…hahaha…

Dan siang ini mengapa saya menulis semua ini…memang agak tidak jelas dan tidak terarah…tapi dari pada ndada kubikin siang-siang bolong begini…panas tommi lagi…mending nge-blog ka’….OK alasannya adalah…


Seorang tetangga datang mengetuk pintu rumahku.


Tetangga MyEm0.Com: Ada Andi Suri, ndi’ ?
Saya MyEm0.Com: Ye’…tidak adaki puang.
Tetangga MyEm0.Com : Begini ndi’…ada cucu’ku ini baru datang dari Kalimantang kasiang. Ndada jagaiki karena bapak sama ibu nya sibuk skali. Coba’ sai tanyakang ka sama Andi Suri adaka na tau bebi sister yang bisa jagai cucu’ku…?
Saya MyEm0.Com : Bebi sister ?
Tetangga MyEm0.Com: ih…masa’ ana’ muda nda tau apa itu bebi sister…de’eee…kampungang nya deh !
Saya MyEm0.Com: oh…iye’ iye’…sa tau ji puang Baby Sitter maksudnya toh ?
Tetangga MyEm0.Com : Bah itu mi massu’ku tadi…apa ka sa bilang ? masa ko dak dengar baek-baek ka…?
Saya MyEm0.Com: Iye’ nanti saya tanyakan sama Puang Suri, Puang.
Tetangga MyEm0.Com: Oh…baek paeng, ndi’….pulang maka di, marikiii…salamu alaikum.
SayaMyEm0.Com : Iye’ mariki’…wa alaikum salam….



Saya sangat menggemari lagu “Makassar Bisa Tonji” yang dipopulerkan oleh Art2tonic 5 tahun yang lalu…semua itu karena pengalaman logat yang tak terlupakan ini.



Logat dan cara bicara di Makassar memang terlalu banyak mendapat dan memberikan sorotan. Ketika kau kau keluar dari Makassar, aksen atau logat itu akan terasa lucu….namun jika kau masuk ke Makassar tanpa logat itu…kau akan di pandang aneh. Tenang,,,itu duluuuu !!!! Skarang ? Nda taumi juga itu…hahahah.MyEm0.Com


banggako pake logat Makassar cezz...klo perlu kumandangkan pake' toa' !!!

0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com