Sabtu, 24 Januari 2015

Saya Ingin Resign !!!!

Hello there, lama tidak menulis. Bukannya vakum, hanya saja beberapa waktu belakangan ini saya lebih sempat menulis via Tumblr ketimbang menulis di blog ini. Yah, saya begitu sibuk...begitu stress dan begitu sakit sampai sukses menjalani opname selama 5 malam di rumah sakit. Dan apakah saya ingin resign ???

1. Dek, saya mau resign.... 
Seseorang yang kini dekat dengan saya tiba-tiba mengatakan ini. Ia seseorang yang usianya 7 tahun lebih tua dari saya, bekerja sebagai manajer di sebuah bank swasta dan dengan salary yang bisa dibilang memuaskan. Saya bertanya kepadanya. Kenapa ? Lalu dengan lesu ia mengatakan saya lelah dan saya tidak tahan dengan atasan saya.
2. Ughaa....saya mau resign !
Seorang sahabat saya tiba-tiba mengatakan ini di chat LINE hari ini. Sahabat saya ini mengalami masalah yang pelik dengan lingkungan perusahaan kami. Dituduh berselingkuh dengan seorang pejabat dan banyak mendapatkan caci maki serta fitnah. Ia berkata : Laki-laki itu yang menggilai saya dan isterinya terlalu lebay terhadap saya. Apa salah saya ? saya tidak menggoda laki-laki itu. Lingkungan kerja menjadi tidak sehat lagi bagi saya. Dan sebaiknya saya menyelamatkan harga diri dan mental saya dari orang-orang yang berfikir saya kotor dan rendah.
3. Saya mau resign...
Suatu hari saya berkata seperti itu kepada seseorang yang saya ceritakan di nomor 1. Dan ia bekata JANGAN. Saya mengalami hal yang sama denganya. Saya benci dengan BOS saya yang sekarang. Yah, benar saya benci. Jika ada yang bertanya apakah saya pernah bertemu hittler. Yah !!! saya menemukannya.

Semakin saya memikirkan ini, semakin saya merasa ingin merasa berontak. Yah, saya berada di zona yang sangat tidak nyaman. Saya bekerja sendiri sebagai engineer di kantor cabang ini dan saya merasa cukup tertekan dengan pekerjaan saya. Bukan hanya masalah pekerjaan, di kota kecil dan saya hidup sendiri ini...saya harus bertahan dari masalah apapun yang datang kepada saya. Bahkan masalah pribadi. Jujur saya banyak menghabiskan waktu untuk menangis di toilet dan keluar dengan senyum palsu yang harus kupertahankan di hadapan banyak orang. 

Suatu hari saya menceritakan hal ini kepada teman saya. Dan ia pun berkata, saya tidak ridho kamu berhenti dan menyerah seperti itu. Seperti bukan kamu saja. Kamu kuat dan perfectionist....kemana kamu yang dulu. Ia mengingatkan saya bahwa begitu banyak orang yang mendambakan apa yang saya miliki sekarang ini. Ia mengingatkan bahwa begitu banyak yang mengincar posisi dan jabatan saya yang sekarang. Lalu ia menyarankan agara saya mulai menghitung hal-hal yang patut saya syukuri dan tidak berfokus pada apa yang memberatkan hati saya.

Benar....untuk ketiga masalah di atas. Kami tidak boleh kalah. Tidak boleh kalah dengan keadaan. Tidak boleh kalah denga bos. Tidak boleh kalah dengan kesulitan yang kita hadapi. Bukankah Tuhan memberi kita ujian sesuai dengan kemampuan kita ? Lalu mengapa harus kalah hanya karena sorang bos semena-mena yang tidak worthed untuk merendahkan pencapaian hidup kita ?

Seseorang pernah berkata kepadaku....tidak nyaman bukan ? yah, begitulah perubahan. Dan seseorang tidak akan pernah maju tanpa pernah berubah. 

Beranilah...bertahanlah....jangan kalah ! :) Jadi...apakah akan tetap berniat resign ?
Selasa, 04 November 2014

Papa, où t'es?

Dites-moi d'ou il vient
Enfin je saurais ou je vais
Maman dit que lorsqu'on cherche bien
On finit toujours par trouver


Elle dit qu'il n'est jamais très loin
Qu'il part très souvent travailler
Maman dit travailler c'est bien
Bien mieux qu'être mal accompagné
Pas vrai?


Où est ton papa?
Dis moi où est ton papa!
Sans même devoir lui parler,
Il sait ce qui ne va pas.
À sacré papa!
Dis moi ou es-tu caché!
Ça doit
Faire au moins mille fois que j'ai
Compté mes doigts
Hé!


Où t'es? Papa, où t'es?
Où t'es? Papa, où t'es?
Où t'es? Papa, où t'es?
Où t'es, où t'es où papa, où t'es?


Où t'es? Papa, où t'es?
Où t'es? Papa, où t'es?
Où t'es? Papa, où t'es?
Où t'es, où t'es où papa, où t'es?


Quoi, qu'on y croit ou pas
Y aura bien un jour ou on n'y croira plus
Un jour ou l'autre on sera tous papa
Et d'un jour a l'autre on aura disparu


Serons-nous détestables?
Serons-nous admirables?
Des géniteurs ou des génies?
Dites nous qui donne
Naissance aux irresponsables


Ah dites nous qui, tient,
Tout le monde sait
Comment on fait des bébés
Mais personne sait
Comment on fait des papas
Monsieur je-sais-tout
En aurait hérité, c'est ça.


Faut l'sucer d'son pouce ou quoi?
Dites nous ou c'est caché,
Ça doit...
Faire au moins mille fois qu'on a
Bouffé nos doigts
Hé!


Où t'es? Papa, où t'es?
Où t'es? Papa, où t'es?
Où t'es? Papa, où t'es?
Où t'es, où t'es où papa, où t'es?


Où t'es? Papa, où t'es?
Où t'es? Papa, où t'es?
Où t'es? Papa, où t'es?
Où t'es, où t'es où papa, où t'es?


Où est ton papa?
Dis moi où est ton papa!
Sans même devoir lui parler,
Il sait ce qui ne va pas.
Hein sacré papa!
Dis moi où es-tu caché!
Ça doit...
Faire au moins mille fois que j'ai
Compté mes doigts
Hé!


Où est ton papa?
Dis moi où est ton papa!
Sans même devoir lui parler,
Il sait ce qui ne va pas.
Hein sacré papa!
Dis moi où es-tu caché!
Ça doit...
Faire au moins mille fois que j'ai
Compté mes doigts
Hé!


Où t'es? Papa, où t'es?
Où t'es? Papa, où t'es?
Où t'es? Papa, où t'es?
Où t'es, où t'es où papa, où t'es?


Où t'es? Papa, où t'es?
Où t'es? Papa, où t'es?
Où t'es? Papa, où t'es?
Où t'es, où t'es où papa, où t'es?




Jumat, 31 Oktober 2014

When I Think About PHO.....

Malam itu saya menerima BBM dari seorang teman kecil. Ia nampak putus asa dengan kata-kata di BBM nya, “Tolong kenalkan saya pada laki-laki lain yang lebih baik. Tolong saya Ugha…”. Seketika itu saya merasa bersyukur. Ia telah sadar. Sungguh saya sangat membenci dia yang mau menjadi kekasih simpanan seorang lelaki beristeri. Bagiku apa yang lebih hina dari merusak hubungan suci sepasang suami-isteri yang telah berikrar di mata Tuhan.

Saya tidak mendapatkan pemikiran itu begitu saja. Namun sejak kecil saya sudah terbiasa melihat penderitaan wanita-wanita yang dikhianati oleh suaminya. Ada perih yang harus mereka tahan, ada semangat yang terpaksa mereka bangun demi anak-anaknya. Mereka tetap menangis meski harus tetap tersenyum. Orang tua saya sendiri adalah korban….mereka adalah anak-anak yang harus bersabar melihat penderitaan ibu mereka. Dan saya pun benci melihat itu.

Jika mantan pacar saya membaca ini dia akan menganggap saya ini bertambah lebay setelah putus dengannya, atau mungkin saja dia sedang sujud syukur sekarang karena akhirnya berpisah dengan cewek superduper melankolis seperti saya. Hey, kamu jangan tersenyum. Tapi seperti inilah saya dengan segala prinsip kewanitaan yang saya pegang. I will always say “WTF to be a PHO”…. When I have a commitment I’ll keep it faithfully.

Bukan munafik, saya pun jujur sempat terpikirkan untuk melakukan ini. Apa yang salah dengan cinta ? Cinta adalah fitrah….ia lahir dari hati dan ia tercipta karena Tuhan mengizinkannya. Ya, benar….Tuhan mengizinkannya. Bukankah tidak ada satupun hal yang terjadi di dunia ini tanpa seizin Tuhan ?

Sekarang tergantung kita. Hidup ini terikat kaidah….

Tidak sedikit isteri mantan saya menatap saya dengan bola mata yang hampir melompat dari tempatnya. Entah apa yang pernah dikatakan suami mereka kepada mereka. Yang sangat disayangkan adalah, bagaimana para isteri bisa hidup dengan tenang jika mereka masih dibayang-bayangi dengan wanita masa lalu suaminya. Well, saya punya solusi….tempatkan dirimu di posisi Sang Isteri….dengan begitu kau bisa menjauh dan memberi mereka ketenangan bathin meskipun kau tidak sedang melirik suami mereka.

Jika kau berhasil melakukannya….kau menang J kau menjaga hati wanita lain….kau menghindarkan dirimu dari fitnah wanita korslet dan kau pun telah ikut serta berupaya dalam menjaga perdamaian dunia. Percayalah sikap mu ini akan membuat sang pria yang tadinya sombong merasa diperebutkan oleh isteri dan mantannya….berubah menjadi “remah-remah rempeyek” yang tidak dimakan dan ditinggalkan dalam plastik. Well, wanita….you are more precious than you think. So don’t be stupid to be the second, third or fourth one if he doesn’t deserve to get you. He’s not a prophet.




Pic Source : creatingquitemind Tumblr, Holly Lisle - Talyn.


Be happy…. :)
Kamis, 23 Oktober 2014
Tetiba membaca poem ini di sebuah socmed....

who are you,
really ?

you are not a name
or a height or a weight
or a gender
you are not an age
and you are not where you are from

you are your favorite books
and the songs stuck in your head
you are your thoughts
and what you eate for breakfast on saturday mornings

you are a thousand things
but everyone chooses
to see the million things
you are not

you are not
where you are from
you are where you're going
and I'd like to go there too.
m.k




Well, what the poem's all about ? anyone ? and who's m.k ? #kepo
Jumat, 10 Oktober 2014

Thing Do Not Always Run Well....

Dunia ini bukan milik kamu. Kamu tinggal hadir dan memerankan peranmu saja. Tidak semua hal yang kamu inginkan bisa selalu berjalan sesuai kehendakmu. Kalau mau begitu berhenti saja jadi manusia dan cobalah menjadi Tuhan. Mustahil bukan ? jadi intinya lupakan saja....






Jumat, 19 September 2014

I admire you God....

"Takutku Ugaaa...."

Seseorang tepatnya seorang mantan sempat mengatakan itu padaku. Kami berpisah  hampir sebulan yang lalu dan pembicaraan ini kami lakukan saat brainstorming mengenai Tuhan. Saat itu saya mengatakan kepadanya bahwa saya menganggap Tuhan adalah teman yang sangat dekat dengan kita dan tak pernah menkhianati. Kitalah yang kerap mengkhianatiNya dengan segala ketamakan dan lupa diri yang melekat di hati kita.

Suatu hari aku pernah menulis status di Socmed, "Boleh minta itu Tuhan ? Iya...yang itu saja. Tolong :) ". Kembali seorang teman memberi komen yang senada.

Saya tahu, ini agak janggal dengan kebanyakan orang yang memandang tinggi dan kakunya sikap penghambaan terhadap Tuhannya. Tapi menurutku selama menjaga kaidah dan tetap menghamba selayaknya hamba apa salahnya membuat hubungan komunikasi itu senyaman mungkin.

Tante saya pernah bilang  saat saya mengalami masa depresi dulu (lebay.... but I was)...coba selalu berdoa. Berdoa tidak hanya ketika kau memakai mukenah, mengangkat tangan duduk di atas sajadah dan melafazhkan doa-doa yang berbahasa Arab. Ketika hatimu merasa tak kuasa maka berdoalah....cobalah berbisik padaNya, keluarkan saja semuanya walaupun dengan suara lirih. Bicarakan semuanya seperti kau sedang curhat atau sedang bercerita kepada seorang psikiater profesional. Menangislah tak perlu gengsi, toh Dia Maha Tahu keadaanmu. Percaya, it works. Kamu akan merasa ringan. Dan tentu saja, Dia Yang Maha Pengasih akan memberimu petunjuk, Insya Allah....

Dan sekarang kalian tahu ?

Saya berfikir bahwa Tuhan itu adalah Engineer yang hebat. Saya seorang Engineer yang mengidolakan banyak tokoh Science dengan teramat sangat. Namun ini baru terpikir bahwa.... Tuhan itu seorang Engineer. Tidakkah kita pernah berfikir bahwa Tuhan sudah mendesain masterplan yang luar biasa sempurna untuk hidup kita.

Saya membaca buku berjudul Pemulihan Jiwa karya Dedy Santoso. Dan....voila !!! saya menyadari hal ini. Tuhan itu sudah memiliki blueprint untuk semua makhluknya. Masterplan sebagai jalan hidup kita sudah didesain sedemikian sempurna olehNya. 

Ini membuat saya berfikir untuk memaafkan. Walaupun selama ini saya menganggap sudah memaafkan. Tapi saya yakin jauh di alam bawah sadar saya....saya masih marah, saya masih belum memaafkan.... di sana kalimat "let it go" sama sekali tak terdengar gaungnya. Itulah mengapa terkadang mendengar berita tentang orang yang menyakiti saya bisa membuat saya gemetaran, keringat dingin dan gelisah. Awalnya saya bingung dengan ini dan merasa apakah saya butuh psikiater. Dari membacalah saya mengenal tentang Theta Restoration. Kebencian saya, kesedihan saya, sakit hati saya sudah terlanjur terekam jelas oleh gelombang otak dalam alam bawah sadar saya.

Tuhan sudah mendesain semuanya....semua yang terjadi atas seizinNya. Saya merasa sedih, saya merasa sakit, saya merasa marah itu semua adalah reaksi dari proses pelaksanaan konstruksi hidup. Tuhan sudah bertanda tangan di-blueprint-Nya. Dan akhirnya, saya berfikir bahwa membenci adalah hal yang sia-sia. Dia yang menyakitiku hanyalah seorang kontraktor yang dipekerjakan Tuhan untuk proses  konstruksi ini. Kenapa harus membencinya ? Kalau ini memang sudah ada pada blueprint, maka walaupun bukan dia maka akan ada orang lain yang ditunjuk Tuhan sebagai kontraktor nya. Inilah ujian...siapapun yang dipinjam Tuhan tidak masalah. Sabar dalam proses ini adalah satu-satunya jalan bukti ketakwaan kepadaNya.

Dear God, I'm also an engineer and I know how  suppose to run this project. There will be no failure as long I don't ruin your planning. Now I role myself as an owner and waiting.
I admire you, God....




Jumat, 05 September 2014

Pertahanan Ego....

Gangguan jiwa....hmm, ini bukan saja terjadi hanya pada orang sinting yang sering kita lihat tanpa kewarasan dan menggembel di pinggir jalan. Kamu tahu ? bahkan orang yang nampak normal pun sebenarnya juga mengalaminya. Bahkan saya....dan kamu....

Menyingkirkan rasa sedih, bertahan dengan kepedihan, memendam marah....mungkin kamu tidak menyadari, itu sama halnya dengan memercikkan api pada stabilitas jiwa kita. Kata yang paling bijak dan mulia yang mungkin bisa menghibur adalah "sabar"....hehe, berserah semoga Tuhan tetap menjaga kestabilan jiwa kita.

Kamu tahu ? kita sering kali melakukan pertahanan ego yang juga sebenarnya adalah usaha kita untuk tidak larut atau tidak jatuh ketika kestabilan jiwa itu mengalami guncangan. Seperti apa itu ? Inilah beberapa jenis yang bisa saya dapatkan....

Represi : Yang palign dasar di antara mekanisme pertahanan lainnya. suatu cara pertahanan untuk menyingkirkan dari kesadaran pikiran dan perasaan yang mengancam. represi terjadi secara tidak disadari.

Denial : Memainkan peran defensif, sama seperti represi. orang menyangkal untuk melihat atau menerima masalah atau aspek hidup yang menyulitkan. Denial beroperasi pada taraf preconscius atau conscius

Reaction Formation : Salah satu pertahanan terhadap impuls yang mengancam adalah secara aktif mengekspresikan impuls yang bertentangan dengan keinginan yang mengganggu, orang tidak usah harus menghadapi anxietas yang muncul seandainya ia menemukan dimensi yang ini (yang tidak dikehendaki) dari dirinya. individu mungkin menyembunyikan kebencian dengan kepura-puraan cinta, atau menutupi kekejaman dengan keramahan yang berlebihan.

Proyeksi : Mengatribusikan pikiran, perasaan, atau motif yang tidak dapat diterima kepada orang lain. mengatakan bahwa impuls-impuls ini dimiliki oleh “orang lain diluar sana, tidak oleh saya”. misalnya seorang laki-laki yang tertarik secara seksual kepada anaknya perempuan, mengatakan bahwa anaknyalah yang bertingkah laku seduktif. dengan demikian ia tidak usah harus menghadapi keinginannya sendiri.

Displacement : salah satu cara menghadapi anxietas adalah dengan memindahkannya dari objek yang mengancam kepada objek “yang lebih aman”. misalnya orang penakut yang tidak kuasa melawan atasannya melampiaskan hostilitasnya di rumah kepada anak-anaknya

Rasionalisasi : kadang-kadang orang memproduksi alasan-alasan “baik” untuk menjelaskan egonya yang terhantam. rasionalisasi membantu untuk membenarkan berbagai tingkah laku spesifik dan membantu untuk melemahkan pukulan yang berkaitan dengan kekecewaaan. misalnya bila orang tidak mendapatkan posisi yang diinginkannya dalam pekerjaan, mereka memikirkan alasan-alasan logis mengapa mereka tidak mendapatkannya, dan kadang-kadang mereka berusaha membujuk dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa sebenarnya dia tidak menghendaki posisi tersebut.

Sublimasi : Dari pandangan freud, banyak kontribusi artistik yang besar merupakan hasil dari penyaluran energi sosial atau agresif kedalam tingkah laku kreatif yang diterima secara sosial dan bahkan dikagumi. misalnya impuls agresif dapat disalurkan menjadi prestasi olahraga.

Regresi : Beberapa orang kembali kepada bentuk tingkah laku yang sudah ditinggalkan. menghadapi stress atau tantangan besar, individu mungkin sudah berusaha untuk menanggulangi kecemasan dengan bertingkah laku tidak dewasa atau tak pantas.

Introyeksi : Mekanisme introyeksi terdiri dari mengambil alih dan “menelan” nilai-nilai standar orang lain. misalnya seorang anak yang mengalami penganiayaan, mengambil alih cara orangtuanya menanggulangi stress, dan dengan demikian mengabadikan siklus penganiayaan anak. introyeksi dapat pula positif, bila yang diambil alih adalah nilai-nilai positif dari orang-orang lain.


Nah, kamu sendiri dominan kemana ???


Source :
Psikologi
Kamis, 04 September 2014

Dear Bro Ngekk....

Siang lalu, seperti biasa aku larut dalam hitungan design yang kukerjakan. Nyut-nyutan lagi kepala ini, hingga ia masuk ke ruanganku dan menyapa.

“Alohaa Bugetzz…”, sapa seseorang padaku sambil menaikkan tangan seraya hormat kepada komandan. Sebut saja namanya Ngekk.

Ia dengan topi kusamnya, walau itu dengan merk ternama. Hari itu ia datang kesiangan lagi. Pasti karena gagal bangun pagi seperti biasanya. Ia berusaha bercanda selepasnya dan itu selalu membuat kami tertawa seperti yang ia lakukan siang itu.

“Serius kamma, Bugetzz…”, tegurnya lagi. Haha…ya, akhir-akhir ini orang kantor sedang gemar memanggilku dengan nama itu. Well, itu given name dari pak GM ku.

“Iya kodong kak…deadline, mau dikerjakan snyaa…”

Kemudian aku teringat dengan dirinya yang baru saja aktif di socmed Path.

“Ya tawwa….aktifmi di Path. Tag dle di status ta…”, godaku.

“Bagaimana itu tag ?”

“Aih..pacce ! Sini hape ta “, langsung saja kuserobot HP hitam miliknya.

Iphone. Gorillaglass dan….retak di seluruh layarnya. Kubuka aplikasi Path dari HP nya dan mencoba men-tap bulatan merah berlabel “ + “ di aplikasi itu. Tidak ada yang bereaksi…kucoba lagi….tidak bekerja….lagi…dan lagi….

“Hape apaaa ini….panra’ mi….”, gerutuku.

Dia tertawa, “Iyoo kodong…dak adapi uang beli baru”

“Ededehhh, kemana gaji stiap bulan ?”

“Habiski Bugetzzz….dipinjam isteriku.” Seketika wajahnya berubah. Cerianya menyadar dan matanya kembali sayu memendam kesedihan.

Ia kemudian bercerita tentang usaha isterinya, kejamnya dunia pemborongan dan….motornya yang digadai demi jaminan. Bahkan ia menjamin dirinya sendiri sebagai penanggung hutang-hutang usaha sang isteri.

“Ihh….kenapa na kita’ kak ?” tanyaku.

“Daripada isteriku yang ditangkap.” Tegasnya.



Hmm…inilah ketulusannya sebagai seorang suami. Sekarang ini banyak wanita-wanita yang menjadi isteri dan lebih mapan secara penghasilan daripada suaminya. Namun, contoh ini membuktikan bahwa se-adidaya-nya seorang wanita ia tetap akan sebagai kodratnya untuk berlindung di balik punggung suaminya.

Saya kadang merasa aneh dengan kebanggaan seorang wanita yang lebih mapan daripada suaminya. Apakah dalam sebuah rumah tangga terdapat kompetisi untuk menunjukkan kemandirian pribadi masing-masing.  Bersikaplah sebagai wanita wahai wanita… lakukan saja peranmu… ikuti saja kodratmu.

Kau memang membutuhkan benteng untuk pertahanan pribadimu, itu penting bahkan sangat penting. Tapi tempatkan benteng itu jauh di dalam hatimu agar kelembutannya tak terjamah kasar oleh kokohnya tembok benteng itu.

Tidak semua pria itu sama ! Noted….

Lihatlah Bro Ngekk ini…walaupun dengan pembawaan yang sering kurang serius dan wajah penuh luka jerawat. Hatinya tetap cihuyy….he’s one in a million lovely  husband yang perlu kita lestarikan. Smoga kau diberi kesabaran Bro Ngekk…jangan sampe cerai yah :)


Related Posts with Thumbnails
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Blog Template by YummyLolly.com